Harga BBM Naik, Pengendara Diprediksi Hijrah ke KA

jpnn.com - JAKARTA - Tahun 2015, pemerintah berencana menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM). Dengan adanya kenaikan harga BBM tersebut, masyarakat diprediksi banyak yang akan beralih menggunakan moda transportasi lain yang lebih murah dan tidak macet, yakni kereta api.
"Kalau BBM naik, pasti banyak yang pindah ke kereta," ujar Direktur Utama PT KAI Commuter Jabodetabek (KCJ), Tri Handoyo di Jakarta, Kamis (9/10).
Menurut Tri, pihaknya tidak bisa menampung banyaknya jumlah penumpang yang beralih ke kereta, yang tidak bisa diprediksi setiap harinya. Sebab, saat ini jumlah penumpang kereta cukup banyak.
"Kita enggak bisa mengontrol seberapa banyak perpindahan penumpang dari mobil atau motor ke kereta, tapi kalau ditanya apakah sekarang akan menampung? Saya jawab tidak, karena memang saat ini sudah lumayan padat," papar dia.
Lalu kesiapan apa yang dilakukan KAI untuk mengantisipasi peralihan banyaknya jumlah penumpang?
"Kita enggak ada persiapan khusus atau aneh-aneh untuk itu, yang jelas kita tentu tetap menambah jumlah kereta untuk menampung banyaknya penumpang," seru dia.
Agar tak terjadi penumpukkan penumpang di stasiun, ia berharap proyek double track Manggarai-Cikarang yang saat ini tengah dikerjakan dapat segera selesai. Hal itu setidaknya bisa menambah jumlah frekuensi kereta, sehingga jadwal kereta bisa lebih cepat datangnya.
"Kalau double track sudah jadi itu kan dapat menambah jumlah frekuensi kereta semakin tinggi. Kuncinya itu dua, nambah kereta dan nambah frekuensi," tandasnya. (chi/jpnn)
JAKARTA - Tahun 2015, pemerintah berencana menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM). Dengan adanya kenaikan harga BBM tersebut, masyarakat diprediksi
Redaktur & Reporter : Tim Redaksi
- Telkom Lewat IndiBiz Buka Posko Mudik BUMN 2025 di Pelabuhan Ketapang dan Bakauheni
- Trump Terapkan Bea Masuk Tinggi ke Produk RI, Misbakhun Punya Saran untuk Pemerintah & BI
- Ekonom Ungkap Komoditas yang Bakal Terdampak Kebijakan Tarif Trump
- Harga Pangan Sejumlah Komoditas Stagnan Tinggi
- H+3 Arus Balik Lebaran, KAI Daop 4 Semarang Catat ada 94 Ribu Penumpang
- Analis Sebut Kans Ekonomi Indonesia Alami Perkembangan Progresif