Harga Beras Naik Lagi, Jan Prince Permata: Perlu Memperkuat Kebijakan Pangan yang Prorakyat
Jan juga mengusulkan agar pemerintah pusat dan pemerintah daerah memfasilitasi pembiayaan/kredit usaha rakyat terhadap gabungan kelompok tani (gapoktan) yang memiliki lahan 200-300 hektare untuk pengadaan dryer (mesin pengering), penggiling padi atau rice milling unit (RMU) dan packaging hampa.
“Upaya ini diperlukan agar petani bisa mendapatkan nilai tambah dari produksi padi dengan tidak hanya menjual Gabah Kering Panen (GKP). Namun, bisa menjual Gabang Kering Giling (GKG) bahkan beras medium juga premium,” ujar Jan.
Jan juga mengingatkan pentingnya akurasi data luas tanam, luas panen dan produksi gabah serta beras nasional.
“Akurasi dan ketepatan data ini menjadi kunci untuk menentukan public policy pangan, tanpa keragu-raguan,” ujarnya.
Magister Ilmu Ekonomi jebolan IPB University ini mengusulkan agar diberikan kewenangan penuh Badan Pusat Statistik (BPS) bekerja sama dengan pemerintah daerah memperbaiki data produksi beras.
“Libatkan kepala desa dan aparat negara yang ada di desa-desa di bawah koordinasi BPS untuk memperbaiki data produksi padi dan beras agar lebih akurat,” pungkas Jan Prince.(fri/jpnn)
Kenaikan harga beras dalam beberapa hari terakhir menunjukkan pentingnya mengamankan kebijakan pangan yang prorakyat.
Redaktur & Reporter : Friederich Batari
- Halmahera Timur Siap Menjadi Lumbung Pangan, Farrel Adhitama Punya Strategi Jitu
- Kara Tunjukkan Kualitas Produk Lokal di SIAL Interfood 2024
- Harga Pangan Hari Ini, Bawang Merah Mulai Merangkak Naik
- Dukungan Perluasan Lahan Tani 4 Juta Hektar & AUTP, Jasindo Berpengalaman Beri Perlindungan kepada Petani
- Sultan dan Beberapa Senator Rusia Membahas Kerja Sama Pertahanan dan Pangan
- Menko Pangan Dorong Penyederhanaan Regulasi Pupuk Subsidi