Harga Minyak Kian Tinggi, Menkeu Tetap Optimis
Jumat, 04 Februari 2011 – 11:35 WIB
JAKARTA - Harga minyak dunia kian tidak stabil. Krisis yang terjadi di Mesir diyakini sebagai penyebabnya. Pekan lalu saja, harga minyak dunia sudah melambung di atas USD 100 per barel. Sedangkan dalam asumsi makro Indonesia, harga minyak diasumsikan USD 80 ribu per barel. Namun meski kondisi kian kritis, pemerintah tetap optimis bahwa itu hanya bersifat sementara. Agus mengatakan, pergolakan di Mesir memang dikhawatirkan berdampak pada negara-negara Timur Tengah lainnya. Itu karena negara-negara tersebut menjadi sentral pemasok minyak dunia. Seluruh dunia saat ini ikut mewaspadai krisis pemerintahan yang tengah melanda Mesir dan beberapa negara Timteng lainnya.
"Kalaupun harga terus naik, kita masih yakin sifatnya hanya temporer saja. Nanti akan stabil kembali," kata Menteri Keuangan (Menkeu) Agus Martowardojo, kepada wartawan di Jakarta, Jumat (4/2).
Baca Juga:
Pemerintah kata Agus pula, masih belum berniat merevisi asumsi makro pada harga minyak. Angka USD 80 per barel masih dipertahankan, bahkan kemungkinan tidak ada pengusulan perubahan pada pengajuan APBN-P 2011 mendatang. "Asumsi dasar USD 80 per barel masih kita pegang. Kalaupun nanti ada perubahan, kita belum sampai menyatakan perlu perubahan," kata Agus.
Baca Juga:
JAKARTA - Harga minyak dunia kian tidak stabil. Krisis yang terjadi di Mesir diyakini sebagai penyebabnya. Pekan lalu saja, harga minyak dunia sudah
BERITA TERKAIT
- Integrasi Stasiun Karet, BNI City, & Sudirman Dimulai April 2025
- KAI Logistik Raih Sertifikasi SNI ISO 37001: 2016 Sistem Manajemen Anti-Penyuapan
- Usulan untuk DPR: Pendidikan tentang Koperasi Diajarkan Mulai dari Sekolah Dasar
- BRI Buka Rangkaian UMKM EXPO(RT) dan Microfinance Outlook 2025
- Menko Airlangga Hartarto Tegaskan Komitmen Pemerintah Mendorong UMKM Naik Kelas
- APPRIR Desak Pemerintah Ubah Aturan Tata Niaga Rotan, Revisi Permendag 35/2011