Harga Produk Sayur dan Buah Australia Diprediksi Bakal Naik

Richard Shannon, manajer di Growcom, organisasi yang mewakili Federasi Petani Nasional, mengatakan situasi terburuk belum terjadi.
"Hingga saat ini, Queensland mencatat kerugian hingga $33 juta, New South Wales $8 juta, dan Australia Barat $2 juta," jelas Richard.
"Kami memperkirakan jumlahnya jauh lebih besar. Saya tahu ada pengusaha pertanian besar yang belum menyampaikan laporan kerugian," katanya.
Menurut perkiraannya, situasi gagal panen ini akan terus memburuk sepanjang tahun.
"Sampai saatnya lebih banyak orang yang masuk ke sektor hortikultura daripada yang meninggalkannya, maka situasi kita ini akan semakin parah," katanya.
Hingga saat ini, jenis tanaman produksi yang terkena dampak gagal panen adalah buah stroberi, sayur-sayuran, blueberry, dan pisang.
Richard menyebutkan bahwa pasokan buah dan sayuran secara nasional akan berdampak pada harga yang harus dibayar oleh konsumen.
"Perlu diakui dalam situasi normal, tingkat produksi di industri ini berlebih. Jadi menurut saya ini bukan soal hilangnya pasokan buah dan sayur yang berakibat langsung pada kenaikan harga. Tetap ada keuntungan, meski akhirnya memang harga akan naik," jelasnya.
Merosotnya jumlah tenaga kerja musiman yang selama ini bekerja memetik buah dan sayuran di Australia, telah menimbulkan kerugian telah melebihi Rp500 miliar
- Babak Baru Perang Dagang Dunia, Indonesia Jadi 'Sasaran Empuk'
- Dunia Hari Ini: Barang-barang dari Indonesia ke AS akan Dikenakan Tarif 32 Persen
- Warga Indonesia Rayakan Idulfitri di Perth, Ada Pawai Takbiran
- Daya Beli Melemah, Jumlah Pemudik Menurun
- Dunia Hari Ini: Mobil Tesla Jadi Target Pengerusakan di Mana-Mana
- Kabar Australia: Pihak Oposisi Ingin Mengurangi Jumlah Migrasi