Hari Ini Bensin Turun Jadi Rp 5.500
Organda : Apalah Artinya?
Senin, 01 Desember 2008 – 02:22 WIB

Foto : Raka Deny/JAWA POS
Karena itu, Organda bersikeras tidak menurunkan tarif angkutan umum meski harga premium turun. Itu juga dipertimbangkan atas dasar kondisi akhir-akhir ini. Melemahnya nilai tukar rupiah hingga menyentuh Rp 12.000 per dolar AS menyebabkan harga suku cadang meningkat 100 persen.
Ke depan, lanjut dia, ada rencana memisahkan perhitungan tarif angkutan umum. Yaitu, struktur biaya yang dipengaruhi harga BBM dan dipengaruhi harga suku cadang atau beban-beban lain. "Memang, ada keinginan seperti itu. Struktur biaya dipisah untuk memudahkan perhitungan," ungkapnya.
Sementara itu, Menteri Perhubungan Jusman Syafii Djamal mengatakan, kedua belah pihak melihat penurunan harga BBM tidak bisa langsung menjadi acuan menurunkan tarif. Apalagi, penurunannya kecil. "Organda memberikan penjelasan turunnya nilai tukar rupiah terhadap dolar berdampak pada kenaikan struktur biaya, besarannya lebih tinggi dibandingkan penurunan BBM," lanjutnya.
Menhub mengakui, hasil diskusi dengan Organda memang menyebutkan adanya penurunan struktur biaya angkutan umum jika harga premium turun Rp 500 per liter. Namun, karena melemahnya nilai tukar rupiah, dampak penurunan harga premium tidak signifikan. "Harga suku cadang sangat terpengaruh fluktuasi mata uang rupiah," jelasnya. (owi/wir/oki)
JAKARTA - Harga solar dan minyak tanah (mitan) bersubsidi dipastikan tidak bisa turun mengikuti harga premium. Ini karena harga keekonomian solar
Redaktur & Reporter : Tim Redaksi
BERITA TERKAIT
- Trump Terapkan Bea Masuk Tinggi ke Produk RI, Misbakhun Punya Saran untuk Pemerintah & BI
- Ekonom Ungkap Komoditas yang Bakal Terdampak Kebijakan Tarif Trump
- Harga Pangan Sejumlah Komoditas Stagnan Tinggi
- H+3 Arus Balik Lebaran, KAI Daop 4 Semarang Catat ada 94 Ribu Penumpang
- Analis Sebut Kans Ekonomi Indonesia Alami Perkembangan Progresif
- Respons Pemerintah RI Soal Kebijakan Baru Donald Trump