Hari ini, IPW Laporkan Yusril ke Polisi
Rabu, 18 Mei 2011 – 04:44 WIB
JAKARTA - Kisruh kasus korupsi Sistem Administrasi Badan Hukum (Sisminbakum) terus berkepanjangan. Tidak terima dituding mendapat bayaran dari kubu Siti Hardiyanti Rukmana serta melakukan aksi demo di Mabes Polri terkait kasus Sisminbakum oleh Kubu Yusril Ihza Mahendra, IPW pun memolisikan Mantan Menteri Kehakiman tersebut. Menurut rencana, IPW memasukkan laporan tersebut ke Polda Metro Jaya hari ini, pada pukul 10.00. Terkait status kasus korupsi Sisminbakum, Neta dan rekan-rekannya di IPW berani memastikan bahwa kasus tersebut telah P21. Selain berdasarkan pernyataan Mantan JAM pidsus Amari, IPW juga telah melakukan pertemuan tertutup dengan pihak Kejagung untuk memastikan status kasus tersebut pada Kamis (12/5) lalu. Untuk itu, IPW sengaja mendesak Kejagung segera melimpahkan kasus tersebut ke pengadilan.
"Tudingan Yusril bahwa kami melakukan aksi demo di Mabes Polri agar mengusut aliran dana ke Sisminbakum dan bahwa kami merupakan orang bayaran mbak Tutut (Siti Hardiyanti Rukmana) itu fitnah. Itu tidak benar sama sekali," tegas Ketua Presidium IPW Neta S. Pane, Minggu (17/5).
Neta menegaskan, pihaknya tidak pernah melakukan kedua hal yang dituduhkan Yusril tersebut. Dia juga mengaku tidak mengenal Tutut maupun Sodik Wahono, yang disebut-sebut sebagai orang kepercayaan Tutut. Melalui Sodik, IPW dituding menerima bayaran dari salah satu putri Mantan Presiden Soeharto tersebut. Karena itu, IPW berniat melaporkan Yusril atas tiga hal, yakni pencemaran nama baik, pembunuhan karakter dan perbuatan tidak menyenangkan.
Baca Juga:
JAKARTA - Kisruh kasus korupsi Sistem Administrasi Badan Hukum (Sisminbakum) terus berkepanjangan. Tidak terima dituding mendapat bayaran dari kubu
BERITA TERKAIT
- Menhut Melibatkan Akademisi Demi Eksekusi Arahan Prabowo Soal Reforestasi
- Wujudkan Pemerataan Listrik, PLN UIP MPA Capai Milestone Penting di Proyek Tobelo GEPP
- Ali Nurdin Sebut Komjen Ahmad Dofiri Sebagai Sosok Berintegritas, Cocok jadi Wakapolri
- Mendes Yandri Meminta Desa se-Kabupaten Serang untuk Bekerja Keras
- Menteri Nusron Ungkap 60 Persen Konflik Lahan Libatkan Oknum ATR/BPN
- KAI Properti Hadirkan Sentuhan Heritage dalam Beautifikasi Stasiun Yogyakarta