Hari Perempuan Internasional: Terus Berjuang Agar tak Terpinggirkan

Oleh karena itu, penting dilengkapi dengan kemampuan edukasi dan pengalaman yang mumpuni.
"Bagi kaum perempuan tidak ada kata berhenti belajar. Edukasi secara formal dan non-formal tetap harus berkelanjutan, untuk dapat meningkatkan kompetensi perempuan Indonesia, terutama memasuki era digital 5.0," katanya.
Pengurus di Kongres Wanita Indonesia (Kowani) meyakini, perempuan yang memiliki pemikiran terbuka dan pengetahuan yang luas akan lebih baik dalam mendidik anak-anak dan menjadi partner pas untuk suami.
"Pastinya banyak nilai lebih jika perempuan punya kemampuan berwirausaha, berorganisasi, juga sebagai wanita karier di berbagai bidang," tuturnya.
Meski demikian, Dyah mengakui kesetaraan gender dan keadilan bagi kaum perempuan masih perlu untuk terus diperjuangkan agar tidak terpinggirkan.
"Semua pihak punya tanggung jawab ikut serta memperjuangkan derajat kaum perempuan, baik pemerintah, lembaga-lembaga, komunitas, dan para pegiat pemberdayaan perempuan. Demikian juga dukungan dari masyarakat," pungkas Dyah.(gir/jpnn)
Sekjen FPPI mengajak kaum perempuan untuk terus berjuang, agar hak-hak kaum perempuan tak terpinggirkan.
Redaktur & Reporter : Ken Girsang
- Dukung Kesetaraan Gender, Nestle Ingin Ciptakan Lingkungan Kerja Aman & Inklusif
- Peringati Hari Perempuan Internasional, Unicharm Suarakan United In Uniqueness
- Waka MPR: Perlu Political Will Para Pemangku Kepentingan untuk Wujudkan Kesetaraan
- AirAsia MOVE Ajak Perempuan Indonesia Berani Mengeksplorasi Dunia
- Waka MPR Harap Patriotisme Perempuan Dapat Dibangkitkan untuk Dorong Kemajuan Bangsa
- Kunjungi Indonesia, GDCE Kamboja Pelajari Cara Bea Cukai Menerapkan Kesetaraan Gender