Hari Pertama Puasa Jakarta Lengang
Sabtu, 22 Agustus 2009 – 13:14 WIB
JAKARTA - Hari pertama puasa Ramadhan, sejumlah ruas jalan di Jakarta lengang. Kondisi ini berbeda dengan akhir pada hari biasa, yang selalu diwarnai kemacetan. Diperkirakan, lengangnya ruas jalan Jakarta diakibatkan sebagian besar warga memilih tetap tinggal di rumah, dalam menjalani hari puasanya. "Saya sudah keliling Jakarta, dari Gatot Subroto, terus ke Thamrin lewat Kuningan. Sepi banget," kata Rasyid, kepada JPNN Sabtu (22/8).
Bukan hanya di jalanan. Di sejumlah komplek perumahan pun nampak lengang. Hampir semua penghuninya memilih berdiam di dalam rumah, menyaksikan telebisi atau sekedar tiduran sembari menanti bedug maghrib. "Maklum, puasa hari pertama. Harus kumpul sama keluarga," kata Mamat, seorang satpam di kawasan elit di Pondok Indah Jakarta selatan. Menurut Mamat, pada hari biasa, kompleknya selalu ramai. Mobil keluar masuk. "Untuk hari ini sepi, mungkin karena panas ya," ujarnya menambahkan.
Baca Juga:
Sementara Rasyid mengaku senang jika kondisi jalanan Jakarta lengang seperti sekarang. Pasalnya, ia bisa mengirit BBM jika ingin bepergian kemana-mana. "Biasanya kita terjebak dalam kemacetan. BBM boros, badan gampang pegal-pegal. Kalau beginin enak, semua lancar," ujar pria asal NTB ini. Karena jalanan lengang, Rasyid mengaku bisa ke tempat tujuan hanya memerlukan waktu antara 15 hingga 20 menit saja. " Biasanya, dari Blok M ke Thamrin bisa 30 menit, tetapi tadi saya bisa 15 menit saja," ujarnya.
Seperti diketahui, hari ini umat Muslim menjalani hari pertama Ibadah puasa Ramadhan. Meski begitu, biasanya kemacetan akan terjadi lagi pada hari ketiga hingga menjelang H-1 Lebaran. Pada Lebaran, Jakarta akan sedikit lengang, meski kemudian akan tetap kembali menjadi kota pada yang penuh dengan kemacetan. (aj/jpnn)
JAKARTA - Hari pertama puasa Ramadhan, sejumlah ruas jalan di Jakarta lengang. Kondisi ini berbeda dengan akhir pada hari biasa, yang selalu diwarnai
Redaktur & Reporter : Tim Redaksi
BERITA TERKAIT
- AKP Dadang Iskandar Pembunuh Kasat Reskrim Polres Solok Selatan Terancam Dihukum Mati
- Pertamina Patra Niaga Uji Penggunaan Bioethanol E10 Bersama Toyota dan TRAC
- Polisi yang Ditembak Mati Rekan Sendiri Dapat Kenaikan Pangkat Anumerta dari Kapolri
- Sekte Indonesia Emas Dideklarasikan Untuk Mewujudkan Perubahan Sosial
- PFM Tegaskan Ada 15 Kementerian dan 28 Badan Teknis yang Perlu Diawasi
- Unilever Sebut Inklusi, Kesetaraan, dan Keragaman Kunci Bisnis Berkelanjutan