Hari Sampah Nasional, Aksi Bersih-bersih di Teluk Benoa

Setelah dipilah-pilah sampah organik dan non.organik, kemudian ditimbang untuk mengetahui berapa volume sampah yang berhasil dikumpulkan, sebelum akhirnya diambil oleh perusahaan khusus pengolah sampah.
“Setiap hari, sampah datang mengotori Teluk Benoa karena itu kami terus bersihkan," imbuh pendiri (Founder) FPMB yang juga Dirut TWBI, Heru B Wasesa.
Jika sampah tidak dibersihkan, maka akan menghambat pertumbuhan pohon mangrove yang telah dirintis FPM sejak tiga tahun silam. Bahkan, pohon mangrove itu bisa mati karena tertimbun sampah.
Menurutnya, menanam pohon mangrove di lokasi itu, tidaklah mudah sehingga harus terus dilakukan pemantauan selama 24 jam seperti dilakukan Pos FPM.
Menanam magrove itu penting dilakukan namun lebih penting lagi, bagaimana setiap satu batang pohon yang ditanam, dijaga, dirawat agar bisa tumbuh berkembang dan jangan sampai mati.
“Kami fokus di lokasi ini, karena menjadi tempat paling banyak tercemar sampah, padahal banyak ditanam pohon mangrove,” imbuhnya.
Heru menambahkan, apa yang dilakukan itu, juga berkaitan dengan peringatan hari sampah nasional yang jatuh pada 21 Februari ini.
Untuk itu, pihaknya mengajak seluruh elemen masyarakat, agar lebih peduli dengan kelestarian alam seperti di Teluk Benoa yang tidak henti dibanjiri sampah.
- Rama Yani binti Ramli Dilaporkan Hilang di Kawasan Sungai Muar Mukomuko
- Polisi Cari Warga Hilang di Kawasan Sungai Muar Mukomuko
- Pengangkatan PPPK Tahap I, Bupati: Kami Upayakan Terlaksana Bulan Depan
- Mau Mandi di Sungai, Warga Temukan Meriam
- Detik-Detik Motor Terbakar di SPBU di Merangin, Lihat
- Wisatawan Terseret Ombak di Pantai Sawarna Lebak Belum Ditemukan