Harry Lumantouw Lima Tahun Cuci Darah
Istri Bantu Kontrol dan Dengarkan Feeling
Minggu, 05 Desember 2010 – 08:28 WIB
Foto: NUR AINI ROOSILAWATI/Jawa Pos/JPPhoto
Itu dilakukan karena Maria ingin suami yang dinikahi pada 2006 tersebut tetap sehat. Masa awal pernikahan terasa berat. Sebab, kondisi kesehatan Harry sering drop. Beberapa kali setelah cuci darah, tiba-tiba kondisi kesehatan Harry turun. "Kemudian, tubuhnya dibalik, disuntik. Syukur, beberapa saat kemudian kondisinya membaik," terangnya.
Begitu juga ketika proses cuci darah, Maria tak berani meninggalkan sang suami sendiri. "Saya monitor terus kondisinya. Kalau tensinya kurang dari 110 mg/Hg, saya langsung memberi dia apel. Tidak banyak, hanya beberapa iris," terang dia. "Tak lama kemudian, tensinya kembali naik," lanjutnya.
Dua tahun lalu jantung Harry bengkak. Setelah diperiksa, diperkirakan jantung Harry kebanyakan cairan. Maria mengatakan, saat mencari second opinion ke RS Singapura, dokter menjelaskan bahwa hal itu mungkin terjadi karena perputaran mesin hemodialisis yang kurang dari 200 kali selama empat jam proses cuci darah. Akibatnya, ada cairan yang masuk ke jantung Harry. "Setelah suami diterapi dan cairan dikeluarkan, jantungnya tak bengkak lagi," ungkap Maria.
Hingga saat ini, Harry tak pernah absen cuci darah. Bahkan, saat pergi ke luar negeri, dia menyempatkan diri untuk cuci darah di negara yang disinggahi. Ada beberapa negara yang pernah dia singgahi untuk cuci darah. Antara lain, Italia, Hongkong, Singapura, dan Belanda. Juga kota, seperti Jeddah. Ke mana pun pergi, luar kota maupun luar negeri, Harry membawa surat rekomendasi yang berisi catatan kesehatan dan prosedur cuci darahnya. "Sebelum berangkat, saya sudah kontak RS yang hendak dituju. Karena itu, cuci darah bisa dilakukan di RS tersebut," ungkap Maria. Praktis, Harry tak pernah absen cuci darah selama ini.
Sudah lima tahun ini Harry Lumantouw menderita gagal ginjal dan rutin menjalani cuci darah. Hingga saat ini, laki-laki 75 tahun tersebut masih tampak
BERITA TERKAIT
- Musala Al-Kautsar di Tepi Musi, Destinasi Wisata Religi Warisan Keturunan Wali
- Saat Hati Bhayangkara Sentuh Kalbu Yatim Piatu di Indragiri Hulu
- Kontroversi Rencana Penamaan Jalan Pramoedya Ananta Toer, Apresiasi Terhalang Stigma Kiri
- Kisah Jenderal Gondrong ke Iran demi Berantas Narkoba, Dijaga Ketat di Depan Kamar Hotel
- Petani Muda Al Fansuri Menuangkan Keresahan Melalui Buku Berjudul Agrikultur Progresif
- Setahun Badan Karantina Indonesia, Bayi yang Bertekad Meraksasa demi Menjaga Pertahanan Negara