Hasil Pertanian Vietnam Siap Serbu Pasar Indonesia

’’Ekspor buah dan sayuran Vietnam tumbuh pesat sejak lama, mulai 1990-an. Sudah banyak yang diekspor. Di antaranya, buah naga, kelengkeng, jeruk, dan durian,’’ lanjutnya. Hal itu terlihat dari nilai ekspor buah-buahan dan sayuran Vietnam. Pada 2004 hingga 2009, ekspor buah dan sayuran Vietnam mencapai USD 2 miliar dengan rata-rata tumbuh 20 persen per tahun. Sedangkan pada 2013, nilainya mencapai USD 937 juta.
’’Buah dan sayuran Vietnam telah masuk 50 negara. Termasuk menyerbu Amerika Serikat, yang dulu lawan. Mereka mencanangkan target nilai ekspor USD 2,2 miliar pada 2020,’’ katanya.
Menurut Mayerfas, Vietnam hanya mengenakan pajak pada komoditas tertentu. Terutama yang berkaitan dengan sumber daya alam (SDA) seperti produk kehutanan dan mineral. Pajak ekspornya 0–45 persen. Di sisi lain, hampir semua produk impor dikenakan pajak. Produk konsumer dan barang mewah dikenakan pajak tinggi. Sedangkan barang modal untuk produksi dipajaki rendah atau bahkan nol persen. ’’Ini dalam rangka mendongkrak ekspor mereka,’’ tuturnya.
Mayerfas menegaskan, persepsi orang Indonesia tentang Vietnam hendaknya perlu diubah karena Vietnam bukan lagi negara miskin. Negera itu sudah mengalami banyak kemajuan dengan berbagai macam potensi ekonominya.
’’Saya kira Vietnam menjadi satu-satunya negara ASEAN yang memiliki status ’mitra strategis’ dengan pertumbuhan kelas menengah yang cukup pesat. Sebenarnya kita memiliki banyak sekali kesamaan dengan Vietnam,’’ ucapnya.
Terkait dengan MEA, Vietnam telah bersiap-siap memangkas 1.720 tarif bea masuk dari sebelumnya lima persen menjadi nol persen pada 2015. Sebab, itu merupakan kesepakatan di bawah ASEAN Trade In Go Agreement (ATIGA).
’’Tapi, khusus untuk produk besi, otomotif, dan suku cadang, kami baru pangkas pada 2018,’’ kata Kepala Departemen Kerja Sama Internasional Kementerian Keuangan Vietnam Nguyen Thi Bich sebagaimana dikutip Viet Nam News. Sementara itu, beberapa komoditas lain masih dalam negosiasi yang alot di forum ASEAN. Nguyen mencontohkan, tembakau dinegosiasikan untuk bisa dilakukan pemotongan tarif bea masuk setelah 2018. Saat ini Vietnam masih berusaha keras menegosiasikan tetap bisa memberlakukan bea masuk lima persen untuk produk agrikultur tertentu yang dikelola petani kecil. Misalnya, garam, gula, ayam, telur, babi, dan buah-buahan seperti jeruk. (*/c4/ari)
Vietnam tidak ingin hanya menjadi penonton di era perdagangan bebas Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015. Dengan ditunjang 52,93 juta pekerja di antara
Redaktur & Reporter : Tim Redaksi
- Musala Al-Kautsar di Tepi Musi, Destinasi Wisata Religi Warisan Keturunan Wali
- Saat Hati Bhayangkara Sentuh Kalbu Yatim Piatu di Indragiri Hulu
- Kontroversi Rencana Penamaan Jalan Pramoedya Ananta Toer, Apresiasi Terhalang Stigma Kiri
- Kisah Jenderal Gondrong ke Iran demi Berantas Narkoba, Dijaga Ketat di Depan Kamar Hotel
- Petani Muda Al Fansuri Menuangkan Keresahan Melalui Buku Berjudul Agrikultur Progresif
- Setahun Badan Karantina Indonesia, Bayi yang Bertekad Meraksasa demi Menjaga Pertahanan Negara