Hasil Survei BPS: Jumlah Penduduk Miskin Berkurang

Sedangkan pada tahun 2016 naik menjadi Rp 1.355.476 per kapita tiap bulan. ”Naik 7,56 persen,” kata dia. Henry menambahkan, rata-rata pengeluaran tersebut didominasi non makanan.
Sementara itu, berdasarkan data hasil susenas, pada periode tahun 2015–2016 garis kemiskinan Kota Malang meningkat 3,60 persen. Dari yang semula Rp 411.709 per kapita tiap bulan menjadi Rp 426.257 per kapita tiap bulan.
Henry menerangkan, garis kemiskinan merupakan harga yang dibayar oleh kelompok acuan untuk memenuhi kebutuhan pangan sebesar 2.100 kilo kalori perkapita per hari, dan kebutuhan nonpangan esensial seperti perumahan, sandang, kesehatan, pendidikan, transportasi, dan lainnya.
Henry mengungkapkan, di antara 38 Kabupaten/Kota di Jawa Timur, sejak tahun 2015 Kota Malang menduduki peringkat pertama kabupaten/kota dengan persentase penduduk miskin terendah yang pada beberapa tahun sebelumnya diduduki oleh Kota Batu.
Hal itu juga dibarengi dengan tingkat inflasi sepanjang tahun 2016 yang berada pada angka terendah dalam lima tahun terakhir, yaitu 2,62 persen. (fis/c1/muf)
Jumlah penduduk miskin di Kota Malang, Jatim, terus mengalami penurunan dalam kurun lima tahun terakhir.
Redaktur & Reporter : Soetomo
- BPS Ungkap Penyebab Turunnya Angka Penumpang Angkutan Udara di Kepri
- Panen Raya Beras 2025 Diprediksi 13,95 Juta Ton, Terbanyak Sejak 7 Tahun Terakhir
- Deflasi Tahunan Kembali Terjadi sejak Maret 2000, Daya Beli Masyarakat Aman?
- Ini Legasi Nana Sudjana Selama Memimpin Jateng
- BPS Catat Neraca Perdagangan Surplus USD 3,45 Miliar pada Januari 2025
- BPS: Provinsi Jawa Barat Paling Banyak Tempat 'Mangkal' PSK