Hasil Survei: Mahfud MD Jadi Kuda Hitam pada Pilpres 2024

Dia menjelaskan apa yang dilihat masyarakat saat ini adalah figur konsistensi. Artinya, kata dia, apa yang dipilih di dalam survei ini, adalah orang lebih cenderung melihat track record apa yang dia kerjakan.
“Ya, katakanlah Sandiaga Uno kan sempat menjadi Cawapres Prabowo. Nah, ini menarik. Ya, sekarang muncul lagi. Jadi, wajar,” ujar dia.
Kedua, menurut dia, seharusnya Erick Thohir akhir-akhir ini sangat gencar isu BUMN, kemudian isu olahraga ya PSSI-nya mendatangkan Timnas Argentina, yang menjadi perhatian publik akhir-akhir ini.
“Namun, dia justru terlempar dari tiga besar. Ini yang menurut saya cukup unik dan menarik,” papar Prof Al Fitri.
Masyarakat saat ini, kata Prof Al Fitri, lebih menaruh harapan pada hal yang lebih krusial, seperti penanganan kasus korupsi dan penyelamatan ekonomi negara.
Sedangkan terkait dengan munculnya nama Mahfud MD dalam survei Capres tersebut, Prof Al Fitri mengatakan bahwa unsur-unsur yang dipilih di dalam kepemimpinan nasional itu tidak terlepas dari tiga unsur.
Dia menjelakan tiga unsur tersebut adalah religious, nasionalis dan penggabungan antara keduanya.
“Di dalam sejarah politik kita, sering kali religius dan nasionalis. Kalau dia bergabung ini akan punya kekuatan yang lebih besar. Dan itu tergambar di kandidat alternatif calon presiden kita. Artinya masyarakat kita yang memang terpolarisasi religius dan nasionalis ini memang masih relevan,” ungkapnya.
Sosok Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD disebut-sebut sebagai sosok Kuda Hitam pada Pilpres 2024.
- Hasil Survei Cigmark Tentang Ketua Wantimpres, Setia Darma: Jokowi Cocok dan Layak
- Evaluasi Semester I Pemerintahan Prabowo – Gibran, Panca Pratama: Publik Merasa Puas
- Hasil Survei Rumah Politik Indonesia: Mayoritas Publik Menilai Jokowi Layak Jadi Ketua Wantimpres RI
- Fajar Alfian Minta Maaf Atas Ucapannya kepada Simpatisan Anies
- Civil Society For Police Watch Merilis Hasil Survei Tentang Urgensi Digitalisasi Kepolisian, Hasilnya?
- Aktivis Muda: Kritikan Konstruktif Perlu untuk Beri Masukan Kepada Pemerintah