Hasil Survei Pilpres 2024 Rekayasa Tanpa Batas?
Oleh: Direktur Pusat Studi Demokrasi dan Pancasila Nazar EL Mahfudzi

jpnn.com - Rekayasa tanpa batas, mungkin itu slogan yang sering dilontarkan kaum muda, pelajar atau pemilih pemula ketika mendengar berbagai hasil lembaga survei yang menjadi frame elektablitas kandidat presiden dan kandidat wakil presiden di Pemilihan Presiden 2024.
Pemilih pemula adalah pemilih yang pada 14 Februari 2024 akan berusia 17 tahun dan untuk pertama kalinya akan menggunakan hak suara dalam memilih wakil rakyat maupun kepala negara.
Mereka selama ini terkesan enggan dan jenuh masuk dalam polarisasi kepentingan politik.
Pasalnya, para pemilih pemula kerap disuguhi berbagai caci maki antarpendukung kandidat di media sosial.
Kaum pelajar dan mahasiswa tidak mendapat ruang akademik untuk bisa berkomunikasi dan mengenal para kandidat.
Wacana politik kampus pun seakan dikebiri untuk bersuara mencari pemimpin yang berkualitas.
Hal ini terjadi karena kekuasaan parpol telah menyampingkan suara kaum pelajar dan mahasiswa.
Parpol larut dalam efuoria elektabilitas tertinggi untuk saling menjajaki kolaborasi mencapai presidential threshold 20 persen.
Hasil survei sejumlah lembaga independen terkait tokoh kompeten yang layak diusung di Pilpres 2024 merupakan rekayasa tanpa batas?
- Hasil Survei Cigmark Tentang Ketua Wantimpres, Setia Darma: Jokowi Cocok dan Layak
- Evaluasi Semester I Pemerintahan Prabowo – Gibran, Panca Pratama: Publik Merasa Puas
- Hasil Survei Rumah Politik Indonesia: Mayoritas Publik Menilai Jokowi Layak Jadi Ketua Wantimpres RI
- Fajar Alfian Minta Maaf Atas Ucapannya kepada Simpatisan Anies
- Civil Society For Police Watch Merilis Hasil Survei Tentang Urgensi Digitalisasi Kepolisian, Hasilnya?
- Aktivis Muda: Kritikan Konstruktif Perlu untuk Beri Masukan Kepada Pemerintah