Hasil Survei Terbaru Pilgub Jatim, Selisih Lumayan Jauh

Eko juga mengatakan bahwa koalisi partai tidak linier dengan perilaku pemilih. Para pemilih partai koalisi Khofifah-Emil ternyata tidak solid.
Partai Nasdem, misalnya. Justru 46,7 persen pemilih Nasdem menyeberang ke Gus Ipul-Mbak Puti. Hanya 26,7 persen yang taat dengan dukungan partai.
Begitu juga Partai Golkar. Sebanyak 47,5 persen mbalelo dan memilih Gus Ipul-Mbak Puti. Khofifah-Emil hanya mendapat 35 persen dukungan suara Golkar.
Namun, cairnya dukungan partai-partai koalisi itu tidak diikuti oleh kaum nasionalis. Para pemilih PDI Perjuangan paling solid dukungannya. Sebanyak 75 persen pemilih partai berlambang banteng itu mendukung Gus Ipul-Mbak Puti.
”Saya kira ini efek kehadiran Mbak Puti sebagai cawagub Gus Ipul. Sebab, PDI Perjuangan bisa dianggap sebagai partai yang menjadi saluran utama kaum nasionalis. Berbeda dengan kaum agama yang memiliki saluran partai berbeda-beda,” kata Eko.
Hasil survei PolMark itu sejalan dengan hasil penelitian lembaga survei Kedai Kopi. Kedai Kopi menyatakan bahwa Gus Ipul-Mbak Puti untuk sementara menjadi favorit dengan 53,7 persen suara. Sementara itu, Khofifah-Emil mengikuti di bawah dengan 46,3 persen. (*/no)
Hasil survey PolMark Indonesia terhadap elektabilitas pasangan cagub-cawagub Jatim menunjukkan adanya selisih suara yang lumayan jauh.
Redaktur & Reporter : Soetomo
- Hasil Survei Cigmark Tentang Ketua Wantimpres, Setia Darma: Jokowi Cocok dan Layak
- Evaluasi Semester I Pemerintahan Prabowo – Gibran, Panca Pratama: Publik Merasa Puas
- Hasil Survei Rumah Politik Indonesia: Mayoritas Publik Menilai Jokowi Layak Jadi Ketua Wantimpres RI
- Civil Society For Police Watch Merilis Hasil Survei Tentang Urgensi Digitalisasi Kepolisian, Hasilnya?
- Aktivis Muda: Kritikan Konstruktif Perlu untuk Beri Masukan Kepada Pemerintah
- Tanggapi Survei LPI, Pengamat Unhan: Survei Bagian dari Pendidikan Politik