Hasil Temuan DPD RI, Yorrys Raweyai: PSN Tangerang Perlu Didukung

jpnn.com, JAKARTA - Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Yorrys Raweyai dan sejumlah Pimpinan Alat Kelengkapan DPD RI melakukan kunjungan advokasi secara langsung ke lokasi Proyek Strategis Nasional (PSN) Tangerang Utara, Banten, Sabtu (7/12/2024) lalu.
Kunjungan ini sebagai tindak lanjut dari hasil pertemuan (audiensi) yang dilakukan oleh Asosiasi Pemerintah Desa (APDESI) bersama Yorrys Raweyai di Gedung DPD RI pada 25 November 2024 lalu.
Selain mengecek sejumlah titik PSN, Yorrys dan jajaran Pimpinan Alat Kelengkapan (Alkel) DPD RI juga beraudiensi dengan warga sekitar lokasi PSN, perwakilan Apdesi, Pihak PT. MIP selaku pengembang, dan pengelola PIK 2, Agung Sedayu Group.
Dari hasil temuan advokasi, Yorrys Raweyai menegaskan sejauh ini PSN Tangerang Utara, tidak masalah untuk dilanjutkan.
Menurut Yorrys, masyarakat sekitar lokasi PSN bahkan mendukung proyek tersebut.
Dia menyebut polemik yang sempat muncul ke publik beberapa waktu lalu hanya salah persepsi tentang PSN dan PIK 2.
“Kalau bicara tentang proyek PSN ini, secara jujur kesimpulan kami bahwa itu tidak ada urusan (tidak ada masalah). Karena pertama yang ribut di media ini bahwa ada masyarakat yang terzalimi, yang terintimidasi dan lain sebagainya, ternyata di sini tidak ada, sebab ini tanah negara yang dulunya bakau, hutan lindung," ujar Yorrys.
Yorrys juga menegaskan PSN Tangerang Utara dan PIK 2 berbeda lokasi. Hanya saja, kata dia, pengembang atau pengelolanya sama, yakni PT. MIP, anak perusahaan Agung Sedayu Group.
Wakil Ketua DPD RI Yorrys Raweyai dan sejumlah Pimpinan Alat Kelengkapan DPD RI melakukan kunjungan advokasi secara langsung ke lokasi PSN Tangerang Utara.
- Peringati Hari Raya Idulfitri 1446 H, Sultan: Mari Kita Saling Memaafkan dan Mendukung Dalam Pengabdian
- Semester Pertama Sebagai Anggota DPD RI, Dr Lia Istifhama Kembali Raih Award, Selamat
- Polres Banyuasin Amankan PSN Secara Humanis
- Dinilai Memicu Segudang Masalah, PSN Merauke Tuai Kritik Keras
- Sultan Apresiasi Pemerintah Lakukan Transfer Tunjangan Guru ASN Secara Langsung
- INDEF: Penghentian PSN Tanpa Kajian Bisa Merusak Kredibilitas Pemerintah