Hasto Harapkan Tak Ada Kader PDIP Pengguna Jasa Saracen

jpnn.com, JAKARTA - Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menyatakan bahwa partainya siap menjatuhkan sanksi tegas kepada kadernya yang menggunakan jasa Saracen untuk menjadi kepala daerah. Bahkan, bisa saja PDIP mencabut dukungan untuk kepala daerah pengguna Saracen.
"Itu di luar kultur yang dibangun oleh PDIP, dan (sanksinya) mencabut dukungan misalnya," ujar Hasto seperti diberitakan JawaPos.Com.
Hasto menegaskan, munculnya Saracen yang disebut-sebut sindikat bisnis hoaks dan penebar ujaran kebencian memang mengagetkan. Politikus asal Yogyakarta itu juga menyampaikan kekecewaannya karena ada kelompok di masyarakat Indonesia yang menggunakan cara-cara yang jauh dari Pancasila dan adat ketimuran.
Cara-cara model Saracen jelas tidak baik untuk praktik demokrasi. "Karena itulah PDIP sangat menyesalkan itu bisa terjadi," tegasnya.
Selain itu, Hasto juga mendorong polisi mengusut tuntas sindikat Saracen. Harapannya agar hal-hal serupa tidak terjadi di kemudian hari karena pada 2018 akan ada pilkada serentak, sedangkan pada 2019 ada pemilu legislatif dan pemilu presiden yang digelar bersamaan.
"Pilkada, Pemilu harus jadi ajang kontestasi gagasan berdasarkan kriteria kepemimpinan, bukan hasil rekayasa atau berbagai skenario negatif," katanya.(cr2/JPC)
Redaktur & Reporter : Antoni
- Megawati Soekarnoputri Titip Salam ke Prabowo Lewat Didit
- Sejumlah Tokoh Datangi Rumah Megawati di Hari Raya, Anak Buah Prabowo Ikut Hadir
- Peringati HUT ke-25 BMI, Bung Vino Berkomitmen Rekrut Generasi Muda untuk Besarkan PDIP
- Innalillahi, Ketua DPP PDIP Nusyirwan Meninggal Dunia
- Jaksa KPK Mengakui Delik Perkara Hasto Bukan terkait Kerugian Negara
- Guntur Romli Tuduh KPK Pakai Cara Kotor untuk Ganggu Pembelaan Hasto