Hasto Kristiyanto: Sebutkan Tiga Keberhasilan Pak Prabowo!

jpnn.com, JAKARTA - Tim Kampanye Nasional Joko Widodo - Ma'ruf Amin (TKN Jokowi - Ma'ruf) angkat suara terkait klaim calon wakil presiden nomor urut dua Sandiaga Uno yang menyebut elektabilitasnya dengan petahana kini tinggal sembilan persen.
Menurut Sekretaris TKN Hasto Kristiyanto, klaim tersebut diembuskan agar memotivasi tim suksesnya. Sebab, faktanya elektabilitas survei berbagai lembaga yang independen mengeluarkan data yang berbeda dibanding Sandi.
"Dari survei kami, perbedaannya itu 20,3 persen," kata Hasto di sela-sela deklarasi Alumni Menteng 64 di Gedung Joang, Jakarta Pusat, Minggu (3/2).
Belum lagi dihitung dengan keunggulan di media sosial. Hasto mengatakan, pihaknya kini unggul 60,3 persen dibanding kubu Prabowo - Sandi.
Oleh karena itu, lanjut Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan ini, pernyataan Sandiaga dilihat sebagai sebuah klaim. Dan hal itu biasa dalam pertarungan politik.
Yang jelas, lanjutnya, siapa pun belum bisa menjawab soal apa keunggulan prestasi dari Prabowo - Sandi dibanding dengan Jokowi - KH Ma'ruf. Dari berbagai kelompok masyarakat yang mereka temui, belum satu pun yang bisa menjawab keunggulan prestasi Prabowo - Sandi.
"Setiap pertemuan dengan masyarakat kami selalu bertanya, sebutkan tiga keberhasilan Pak Prabowo, banyak yang kesulitan menjawab itu. Silakan dijawab oleh mereka, apa tiga keberhasilan Pak Prabowo untuk bangsa dan negara," kata Hasto. (tan/jpnn)
Hasto Kristiyanto mengklaim perbedaan keunggulan Jokowi - Ma'ruf dengan Prabowo - Sandi mencapai 20,3 persen.
Redaktur & Reporter : Fathan Sinaga
- Prabowo Terima Ucapan Idulfitri 1446 H dari Pemimpin Negara Sahabat
- Prabowo dan Pemimpin ASEAN Bahas Strategi Hadapi Kebijakan Tarif Trump
- Soal Kebijakan Tarif Trump, Prabowo dan Pemimpin ASEAN Atur Strategi
- Peluang Pertemuan Mega-Prabowo Masih 50:50, Ray Rangkuti Singgung Hasrat Puan dan Dasco
- Didit Hediprasetyo Jadi Kekuatan Tak Terduga Milik Prabowo
- Trump Terapkan Bea Masuk Tinggi ke Produk RI, Misbakhun Punya Saran untuk Pemerintah & BI