Hasto PDIP: Edy Rahmayadi Pemimpin yang Berjuang dari Bawah, Bukan Karbitan
Rakerdasus Pemenangan Pilkada Sumut 2024

Hasto juga memaparkan bahwa Edy Rahmayadi tidak mungkin pernah menjabat Pangkostrad, bila sebelumnya tak menapaki karier dari bawah sebagai letnan, kapten, kolonel hingga letnan jenderal.
“Jadi, Pak Edy ini pemimpin yang berjuang dari bawah, bukan yang dikarbit dan karbitan. Maka pemimpin berjuang dari bawah, itulah makna hakikat kepemimpinan,” papar Hasto.
Dia juga menekankan bahwa kepemimpinan dari bawah ala Edy Rahmayadi, dilengkapi dengan tradisi doa dan kesejukan Nahdatul Ulama (NU) yang direpresentasikan oleh cawagub Hasan Basri.
“Hasan Basri ini punya tradisi NU yang kuat. Doanya menyejukkan. Kepemimpinan Pak Edy yang berproses dari bawah, berpadu dengan naungan doa kader nahdliyin, akan menyejukkan Sumatera Utara ini,” kata Hasto.
Pada kesempatan itu, Hasto juga mengatakan bahwa seluruh kader PDIP diinstruksikan untuk turun.
Seluruh kader PDIP dari Indonesia, yang memiliki keterikatan lahir maupun hidup dengan Sumut, diminta bergotong royong.
“Kebijakan DPP partai, bagi mereka yang sudah pernah meminum air di Sumut ini, wajib memenangkan Pak Edy dan Hasan Basri,” kata Hasto.
Maka itu, di dalam rapat, dihadirkan para anggota DPR RI yang lahir di Provinsi Sumatera Utara, walau tak lagi tinggal di Sumut. Seperti Marinus Gea, anggota DPR RI dari Banten.
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan Edy Rahmayadi merupakan sosok pemimpin yang berjuang dari bawah, bukan karbitan.
- Jaksa KPK Mengakui Delik Perkara Hasto Bukan terkait Kerugian Negara
- Guntur Romli Tuduh KPK Pakai Cara Kotor untuk Ganggu Pembelaan Hasto
- Jaksa KPK Tegaskan Perkara Hasto Murni Penegakan Hukum
- Guntur Romli Optimistis Hasto Menang di Pengadilan: Secara Hukum Posisi Kami Sangat Kuat
- Febri Ditarget KPK Setelah Jadi Pengacara Hasto, Forum Advokat Indonesia Ungkap Kecaman
- Soal Restu PDIP untuk Junimart Jadi Dubes RI, Deddy: Silakan Tanya ke Mbak Puan