Hasto Sudah Bertemu Djarot, Siapkan Sanksi Pemecatan
"Sikapnya sangat baik dan matang serta rendah hati. Saya heran Pak Fernandez punya sikap berbeda. Hal itu menunjukkan kuatnya kepentingan diri sendiri. Padahal berpartai itu kepentingan kolektif, bukan orang per orang," kritik bekas Wali Kota Blitar dua periode itu.
Sosok yang juga mantan Gubernur DKI Jakarta itu meminta seluruh kader PDIP di NTT solid dan terus berjuang untuk rakyat.
“PDIP konsisten mendorong kepala daerah yang berprestasi. Apa yang terjadi dengan Raymundus justru menambah soliditas partai dan memperlihatkan mana kader sejati yang taat pada perintah Ketua Umum Partai, mana yang ambisius dan tidak punya loyalitas," tandas dia.
Djarot juga menyatakan kesiapannya untuk berkampanye di NTT.
“Ketika saya bertemu dengan para tokoh masyarakat, para tokoh agama dan kader partai, saya sudah tegaskan sikap politik PDIP yang konsisten di dalam membumikan Pancasila, menjaga NKRI dan kebhinekaan Indonesia. Mereka yang saya temui sangat mengapresiasi sikap politik PDIP," imbuhnya.
Ia menambahkan, dinamika partai politik selalu ada, namun PDIP itu satu keluarga besar.
"Kami bergotong-royong dalam bekerja dan bermuayawarah dalam mengambil keputusan. Jadi saya imbau seluruh kader untuk tegakkan disiplin partai dan lebih memahami apa yg dimaksud kesabaran revolusioner," pungkas bekas Wakil Gubernur DKI Jakarta. (joo/fmc)
Hasto Kristiyanto mengancam memecat Wakil Sekretaris DPD PDIP NTT yang menolak keputusan Megawati Soekarnoputri.
Redaktur & Reporter : Soetomo
- Jaksa KPK Mengakui Delik Perkara Hasto Bukan terkait Kerugian Negara
- Jaksa KPK Tegaskan Perkara Hasto Murni Penegakan Hukum
- Guntur Romli Optimistis Hasto Menang di Pengadilan: Secara Hukum Posisi Kami Sangat Kuat
- Febri Ditarget KPK Setelah Jadi Pengacara Hasto, Forum Advokat Indonesia Ungkap Kecaman
- KPK Absen, PN Jaksel Tunda Sidang Praperadilan Staf Hasto
- Eks Wakapolri: Dakwaan KPK Terhadap Hasto Dilebih-lebihkan, Pasal Pokok Juga Tak Jelas