Hati-Hati Terjebak Kosmetik Ilegal di Media Sosial

jpnn.com, MADIUN - Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia menggelar sosialisasi mewaspadai maraknya bahaya penggunaan kosmetik ilegal di kalangan perempuan Madiun, Jatim.
Tak hanya luar negeri saja, dari dalam negeri kosmetik dengan bahan-bahan kimia berbahaya sulit terdeteksi.
Daftar bahan berbahaya yang paling banyak ditemukan di antaranya merkuri, hidroquinon, asam retinoat, resorsinol , dan timbal yang bisa merusak kulit.
"Bahan-bahan tersebut sangat sering ditemukan dalam beberapa produk kosmetik ilegal yang berada di pasaran, termasuk di media sosial," ujar Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Cabang Surabaya Ary Widhyasti.
Dokter Ary mengatakan, salah satu contoh kosmetik yang berbahaya adalah yang menjanjikan dalam waktu dekat bisa memutihkan kulit pemakainya.
"Namun, dalam jangka panjang, bisa menimbulkan flek hitam dan kulit menjadi lebih gelap," kata Ary.
Banyak penjual kosmetik ilegal dan berbahaya yang memanfaatkan medsos. Karena itu, dia meminta masyarakat berhati-hati dalam penggunaan kosmetik.
"Bahan berbahaya tentunya juga memiliki efek samping, dalam jangka pendek kulit bisa iritasi, sedangkan jangka panjangnya bisa menimbulkan kanker kulit," pungkas Dokter Ary. (pul/pojokpitu/jpnn)
Kosmetik ilegal dengan bahan-bahan kimia berbahaya sulit terdeteksi saat dijual di media sosial.
Redaktur & Reporter : Natalia
- Komitmen BPOM Soal Pengawasan Produk Kosmetik yang Beredar di Masyarakat
- BPOM Bantah Isu di Medsos soal Produk Ratansha Gunakan Merkuri
- Mantan Tukang Becak Gabung MS Glow, Kini Membiayai Pengobatan Neneknya
- Perlunya Kewaspadaan Soal Kosmetik yang Banyak Dipromosikan di Medsos
- BPOM: Influencer Tak Berwenang Beri Label Approved pada Kosmetik
- Puluhan Ribu Konten Promosi Produk Kecantikan dan Makanan Ilegal Dihapus