Hati-hati, Teroris Incar Pengusaha Kaya dan Minimarket

jpnn.com - JAKARTA—Pertemuan rahasia sejumlah terduga teroris di Batu, Malang ternyata menyimpan banyak rencana teror. Dari dua orang teroris berinisial KW alias S dan DA alias S yang ditangkap kemarin, polisi mengetahui bahwa kelompok teroris bom Thamrin juga menyasar minimarket dan pengusaha kaya. Hal itu ditujukan untuk mendapatkan dana demi melakukan aksi terorisme selanjutnya.
”Jadi, mereka memang mendapat dana dari ISIS, tapi berupaya juga mendapatkan dana dari sumber lain. Caranya menyasar minimarket dan pengusaha,” jelas Kadivhumas Mabes Polri Irjen Anton Charliyan saat ditemui di kantornya.
Dia menuturkan, karena itu penjagaan terhadap fasilitas umum juga terus diperketat. Sehingga, upaya pencegahan dilakukan dengan dua cara, melakukan penangkapan terduga teroris dan menjaga setiap sasaran yang dituju. ”Kami upayakan pencegahan, sebelum ada aksi keji,” terangnya.
Dalam penangkapan terhadap dua orang di Malang itu, diamankan beberapa barang bukti. Di antaranya, tiga pucuk senjata api jenis revolver dan 21 peluru. Anton menjelaskan, senjata ini rencananya akan digunakan untuk melakukan aksi yang lainnya.
”Jadi, aksinya ini direncanakan tidak hanya sekali, tapi beberapa kali. Termasuk untuk mencari dana tersebut,” terang jenderal berbintang dua tersebut.
Tiga senjata revolver itu dipastikan adalahsenjata organik alias terdaftar di lembaga tertentu. Namun, apakah senjata itu merupakan hasil rampasan seperti terduga teroris di Bima yang merampas senjata Kapolsek, dia belum mengetahuinya. ”Senjatanya sedang dipelajari dari mana asalnya,” tegasnya. (idr/byu/flo/jpnn)
Redaktur & Reporter : Tim Redaksi
- KAI Prediksi Puncak Arus Balik Lebaran 2025 Terjadi Pada 6 April
- KAI Group Layani 16,3 Juta Pelanggan Selama Masa Angkutan Lebaran 2025
- Pemerintah Siapkan Retret Gelombang Kedua untuk Kepala Daerah
- Hadapi Puncak Arus Balik, Korlantas Akan Terapkan One Way Nasional, Catat Tanggalnya
- Sopir Mengantuk, Mobil Pemudik Terjun ke Jurang di Garut Selatan
- Polemik Mobil Dinas, Supian Suri Berpotensi Korupsi