Helmi Laya Ditangkap Tim Intelijen Tanpa Perlawanan, Dikawal Ketat

jpnn.com, GORONTALO - Helmi Laya, buronan terpidana tindak pidana korupsi pembangunan rumah Komunitas Adat Terkecil (KAT) di Kecamatan Dungingi, Kota Gorontalo, akhirnya ditangkap.
Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Gorontalo Mohamad Kasad mengatakan Helmi adalah terpidana proyek pembangunan rumah sederhana warga KAT Dinas Sosial Provinsi Gorontalo Tahun Anggaran 2007.
"Terpidana Helmi Laya telah divonis oleh Mahkamah Agung RI berdasarkan putusan Nomor : 2333/Pid.Sus /2010 tanggal 16 April 2011," ujarnya, Selasa (25/5).
Dia menjelaskan bahwa berdasarkan putusan Nomor : 2333/Pid.Sus/2010 tanggal 16 April 2011 tersebut terdakwa selaku kontraktor/Kuasa Direktur Van Des Thio sebagai penyedia barang dan jasa dalam proyek di Dinas Sosial Provinsi Gorontalo.
"Pada putusan tersebut, terpidana telah terbukti bersalah secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi, dan dijatuhkan pidana penjara selama empat tahun dan pidana denda Rp 200 juta," ungkapnya.
Mohamad Kasad mengatakan jika terpidana telah tiga tahun masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) Kejaksaan Negeri Pohuwato.
"Selanjutnya Tim Tabur Intelijen Kejaksaan Tinggi Gorontalo akan menyerahkan terpidana kepada Jaksa Penunutut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Pohuwato untuk pelaksanaan proses eksekusi berdasarkan putusan Mahkamah Agung," katanya. (antara/jpnn)
Helmi Laya telah tiga tahun masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) tim intelijen.
Redaktur & Reporter : Rah Mahatma Sakti
- Jaksa KPK Mengakui Delik Perkara Hasto Bukan terkait Kerugian Negara
- 5 Berita Terpopuler: Daftar 31 Dubes yang Dilantik Prabowo Wow, Ada Politikus PDIP, Apa Saran Hasan Nasbi?
- Kabar Terbaru Kasus Korupsi SPPD Fiktif DPRD Riau, Siap-siap Saja
- 15.086 Warga Binaan Muslim di Jatim Diusulkan Dapat Remisi Khusus Idulfitri
- RUU BUMN Mewujudkan Peran yang Lebih Optimal
- Ketum GPA Minta Kejagung Transparan soal Duit Sitaan Kasus Duta Palma