Henry Saragih, Orang Deli Serdang Koordinator Gerakan Petani Dunia

Terpilih Jadi Tokoh Lingkungan Bersama Pangeran Charles

Henry Saragih, Orang Deli Serdang Koordinator Gerakan Petani Dunia
Henry Saragih (kiri) bersama rekan seperjuangannya, Presiden Bolivia Evo Morales. Foto : Henry Saragih for Jawa Pos
Rupanya, pemikiran dan antusiasme Henry dinilai para anggota La Via Campesina layak menjadi motor gerakan petani sedunia. Selain pelatihan kepada petani, kampanye pertanian ramah lingkungan, maupun perlindungan petani, Henry memiliki gagasan besar tentang isu krisis pangan yang berakibat pada kelaparan di banyak penjuru dunia.

Dia mengungkapkan, pada 1996, terdapat 825 juta jiwa di seluruh dunia yang menderita kelaparan. Dari tahun ke tahun, angka tersebut terus meningkat. Pada 2006, PBB melalui Food and Agriculture Organization (FAO) menargetkan angka kelaparan bisa ditekan menjadi separonya atau sekitar 400 juta jiwa. Namun, target itu meleset. Kini angka kelaparan justru menembus hampir 1 miliar jiwa.

Menurut dia, ada beberapa penyebab. Di antaranya adalah korporatisasi pangan. Yakni, akses ke sumber-sumber makanan dikuasai perusahaan-perusahaan multinasional, sehingga distribusinya tidak merata. Komoditas pangan juga menjadi alat spekulasi para pedagang di pasar komoditas internasional, sehingga harga pangan tidak stabil.

"Jadi, sistem korporatisasi pertanian terbukti gagal mengurangi angka kelaparan. Parahnya, mayoritas korban kelaparan berada di pedesaan. Kebanyakan adalah petani yang tidak punya lahan," ucapnya.

TERNYATA ada petani Indonesia yang masuk menjadi petani berpengaruh di dunia. Dia adalah Henry Saragih, ketua umum Serikat Petani Indonesia (SPI)

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News