Hentikan Utang Luar Negeri
Selasa, 17 Maret 2009 – 20:07 WIB

Hentikan Utang Luar Negeri
Padahal, padahal itu sebuah cara untuk menghilangnya kedaulatan ekonomi negara atas sumber daya alam dan menciptakan kesenjangan ekonomi dan sosial yang semakin tajam di Indonesia. Pelaksanaan rezim investasi dan perdagangan bebas telah bertentangan dengan haluan ekonomi dalam konstitusi Republik Indonesia untuk melindungi sektor ekonomi rakyat seperti petani kecil (gurem), nelayan dan buruh. Selain juga menyebabkan kebangkrutan sektor industri nasional, diskriminasi dan kemiskinan kaum perempuan serta meningkatkan kerusakan lingkungan hidup, imbuhnya.
Selama ini pemerintah juga sangat patuh melayani pembayaran utang kepada kreditor sesuai dengan ketentuan. Meskipun hal tersebut harus dilakukan dengan mengorbankan porsi anggaran untuk kepentingan rakyat yang lebih strategis sesuai dengan amanat konstitusi. Padahal temuan BPK, KPK, dan BPKP telah menyatakan bahwa banyak dari proyek utang luar negeri telah diselewengkan alias dikorupsi.(fas/JPNN)
JAKARTA – Koordinator Koalisi Anti Utang (KAU), Deni Setyawan, mendesak pemerintah untuk segera menghentikan pembuatan segala bentuk perjanjian
Redaktur & Reporter : Tim Redaksi
BERITA TERKAIT
- GP Ansor Gaungkan Patriot Ketahanan Pangan Menjelang Puncak Harlah Ke-91
- Koalisi Masyarakat Sipil Mengecam Intervensi Anggota TNI di Kampus UI dan UIN Semarang
- Berdoa di PIK, Biksu Thudong Tebar Pesan Damai
- Pemerintah Fokus Tuntaskan Pengangkatan PPPK Tahap 1, Honorer R2/R3 Keburu Pensiun
- Setiawan Ichlas Hadirkan Ustaz Adi Hidayat di Tabligh Akbar di Palembang
- Gegara Panggilan Sidang Tak Sampai Alamat, Tergugat Datangi Kantor Pos di Jambi