Hidayat Nur Wahid Dorong Generasi Muda Muslim Melek Politik

Semuanya menegaskan pentingnya kesadaran politik untuk kemerdekaan dan kebebasan dari penjajahan Belanda baik dalam aspek politik maupun ekonomi.
Kesadaran politik itu dilanjutkan kalangan pemuda melalui Sumpah Pemuda pada 1928. Salah satu unsur Sumpah Pemuda, Jong Islamiten Bond. Yaitu organisasi pemuda dari kalangan umat Islam.
Karena itu, generasi muda muslim sekarang harus melanjutkan peran bersejarah tersebut.
Dalam sistem hukum di Indonesia, terbuka peluang bagi partai politik Islam bersama partai politik lain untuk memperjuangkan cita-cita dalam koridor Pancasila.
Partai Politik sejatinya adalah sarana seperti ormas, yayasan, sistem pendidikan, atau TV dan radio.
Generasi muda muslim di negeri demokratis seperti Indonesia pangan bersikap apolitis atau termakan propaganda kaum sekuleris maupun Islamophobia karena tidak membawa maslahat,” lanjutnya.
Wakil Ketua Majelis Syura PKS ini menerangkan, dalih kelompok antipolitik Islam biasanya adalah agama tidak dibawa ke politik.
Sebab, agama bersih dan politik itu kotor. Kalau konsisten dengan logika tersebut, agama harus dihadirkan dalam urusan politik agar politik menjadi bersih dan bisa menghasilkan produk kebijakan bersih; tidak korupsi, amanah, berlaku adil, dan menjaga lingkungan hidup.
Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid meminta kalangan milenial dan generasi Z untuk ikut membangun wawasan politik yang positif dan konstruktif
- Danantara dan Komitmen Presiden Bagi Hilirisasi SDA-Tanaman Pangan
- Waka MPR Dorong Pemda Proaktif Sosialisasikan Persyaratan SPMB 2025 Secara Masif
- Waka MPR Sebut Inisiatif Putra Prabowo Temui Megawati Meneduhkan Dinamika Politik
- Johan Rosihan PKS: Idulfitri jadi Momentum Membangun Negeri dengan Akhlak
- Waka MPR: Jadikan Momentum Idulfitri untuk Memperkokoh Nilai-Nilai Persatuan Bangsa
- Waka MPR Eddy Soeparno Tekankan Transisi Harus Menguatkan Ketahanan Energi Nasional