Hidayat Nur Wahid: Turki Tertarik Dengan Indonesia

jpnn.com - JAKARTA - Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid mengatakan, Indonesia dengan Turki adalah dua negara yang sedang menuju penguatan sistem presidensil. Kedua negara, sambung Hidayat, saling mengisi untuk sebuah demokrasi.
"Secara prinsip, Indonesia dan Turki sama-sama belajar demokrasi. Tapi yang menarik bagi Turki, Indonesia multipartai, tapi tidak ada konflik," kata Hidayat Nur Wahid usai menerima Duta Besar Turki untuk Indonesia Zekeriya Akcam di Gedung Nusantara III, kompleks Parlemen, Senayan Jakarta, Kamis (11/2).
Dalam konteks saling belajar demokrasi ini, lanjut politikus PKS itu, hubungan antarpemerintah dan parlemen harus diperkuat terus menuju kerjasama yang lebih kokoh lagi.
"Turki tertarik dengan Indonesia sebagai negara demokrasi yang besar, di dalamnya banyak partai. Bahkan ada partai agama, dan nasionalis. Tapi tidak gaduh," ujar mantan Ketua MPR RI ini.
Selain itu, juga dibicarakan rencana kerjasama pemberantasan terorisme, pengungsi, pengentasan kemiskinan, dan ekonomi. (fas/jpnn)
JAKARTA - Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid mengatakan, Indonesia dengan Turki adalah dua negara yang sedang menuju penguatan sistem presidensil.
Redaktur & Reporter : Tim Redaksi
- HNW Usulkan ke Prabowo Terbitkan Keppres yang Tetapkan 3 April sebagai Hari NKRI
- Surya Paloh: Kenapa Kami Tidak Ada di Kabinet Rezim Prabowo?
- Keponakan Jadi Komisaris di BUMN, Surya Paloh Bilang Begini
- Ini Respons Dasco atas Kebijakan Trump soal Tarif Impor
- Kemendagri Tegaskan Komitmen Dukung Kelancaran PSU Pilkada 2024 di 6 Daerah Ini
- Marwan Minta Pemerintah Antisipasi Dampak Tarif Impor Baru yang Diumumkan Trump