Hidup Mengesankan Stephen Stephen Stewart, Pria Aborigin Tertua di Australia

Keluarga Aborigin menikmati momen ini karena mereka dapat terhubung kembali di arena pacuan kuda.
"Saya ikut pacuan dengan 24 orang, semuanya joki kulit putih," kata Stephen.
"Kuda saya kuda tunggangan, kuda besar untuk menggiring ternak. Saya melatihnya ketika tidak ada yang bisa menungganginya," ujarnya.
Ia kemudian memenangkan pacuan kuda Bar Races dan Wittenoom Cup.
Rahasia agar selalu bahagia
Meski berbagai cobaan hidup telah dihadapinya, tak satu pun yang menghalangi pelestarian pengetahuan Aborigin yang dia miliki.
Setahun sekali Stephen libur selama satu minggu untuk membagikan pengetahuan ke warga sukunya.
Ia kadang berjalan kaki 270 km ke tempat-tempat upacara suci.
"Butuh waktu tiga hari jalan kaki ke sana, upacara satu hari, lalu jalan kembali ke peternakan dalam tiga hari terakhir," katanya.
Stephen Stewart telah melewati segala rintangan untuk menjaga budaya Aborigin tetap hidup selama lebih dari satu abad usianya
- Dunia Hari Ini: Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol Diturunkan dari Jabatannya
- Babak Baru Perang Dagang Dunia, Indonesia Jadi 'Sasaran Empuk'
- Dunia Hari Ini: Barang-barang dari Indonesia ke AS akan Dikenakan Tarif 32 Persen
- Warga Indonesia Rayakan Idulfitri di Perth, Ada Pawai Takbiran
- Daya Beli Melemah, Jumlah Pemudik Menurun
- Dunia Hari Ini: Mobil Tesla Jadi Target Pengerusakan di Mana-Mana