Hindari Hipertensi dan Stroke, Sebaiknya Jangan Beringas Mengonsumsi Makanan Saat Lebaran

Kemudian, Bicara pelo/tiba-tiba tidak bisa bicara/ tidak mengerti kata-kata/ bicara tidak nyambung.
Kebas atau baal, atau kesemutan separuh tubuh, rabun, pandangan satu mata kabur, terjadi tiba-tiba, sakit kepala hebat yang muncul tiba-tiba dan tidak pernah dirasakan sebelumnya.
Gangguan fungsi keseimbangan, seperti terasa berputar, gerakan sulit dikoordinasi (tremor/gemetar/sempoyongan).
" Jika mengalami gejala-gejala tersebut, pasien harus segera dibawa ke fasilitas kesehatan, karena setiap detiknya sangatlah berharga," jelas Dinda.
" Stroke memiliki periode emas yaitu 4,5 jam, jika dalam periode emas itu dapat segera ditangani, risiko kematian dan kecacatan stroke dapat diturunkan," tambah Dinda.
" Jangan menunda ke rumah sakit dengan harapan gejala akan mengalami perbaikan dengan sendirinya," kata Dinda.
Dinda menuturkan, orang dengan stroke harus segera dibawa ke rumah sakit demi bisa menyelamatkan bagian otak yang belum mengalami kematian.
Sehingga bisa mencegah kematian jaringan yang terlalu luas.
Jangan kalap mengonsumsi makanan saat lebaran untuk menghindari risiko timbulnya stroke dan hipertensi.
- Arus Balik Mudik Lebaran, Polisi Terapkan Skema One Way Lokal dan Nasional
- Polda Jateng: Lonjakan Arus H+1 hingga H+3 Jadi Anomali Mudik Lebaran 2025
- Polemik Mobil Dinas, Supian Suri Berpotensi Korupsi
- 5 Ruas Tol Trans Sumatera Ini Gratis saat Arus Balik Lebaran
- Arus Balik Lebaran 2025 Mulai Padat
- BMKG Sebut Jakarta Diliputi Awan Tebal Hari Ini, Ada Hujan Juga