Hindari Kerugian Negara, Antam Didorong Lakukan PK Lawan Konglomerat
jpnn.com, JAKARTA - Pakar hukum pidana Prof. Romli Atmasasmita mendukung PT Aneka Tambang (Antam), Tbk., untuk menempuh jalur peninjauan kembali (PK) dalam menghadapi gugatan konglomerat.
Dia mengatakan bahwa Antam masih memiliki kesempatan melakukan perlawanan secara hukum terhadap konglomerat asal Surabaya, Budi Said.
"Antam tempuh PK saja," kata Prof. Romli saat dihubungi wartawan di Jakarta, kemarin.
Guru Besar Hukum Pidana Fakultas Hukum Universitas Padjajaran itu mendukung langkah tersebut bukan lantaran kalah atau menang.
Menurut dia, langkah PK perlu diambil karena sudah sangat mendesak dan jalan terakhir untuk menghindari kerugian negara.
Prof Romli merujuk pada keputusan Mahkamah Agung (MA) yang mengabulkan gugatan Budi Said terhadap PT Antam pada akhir Juni lalu.
Akibat putusan itu, Antam diharuskan membayar 1,1 ton emas atau berupa uang yang senilai dengan jumlah tersebut kepada Budi Said.
Menurut Prof Romli, jika tuntutan itu dibayarkan maka berpotensi mengakibatkan adanya kerugian negara.
Antam didorong untuk melakukan PK melawan konglomerat Budi Said, untuk menghindari kerugian negara.
- Harga Emas Antam Hari Ini 27 Januari Turun Tipis, Cek Daftarnya
- Pakar Hukum Pidana Menilai Pasal Kontroversial di UU Kejaksaan Perlu Dikaji Ulang
- Raup Keuntungan Triliunan Rupiah, 7 Penambang Emas Ilegal di Bandung Dibekuk Polisi
- Permudah Transaksi Logam Mulia, I Love Emas Resmi Hadir di Depok
- Sambut Imlek, ANTAM Hadirkan Emas Edisi Tahun Ular Kayu, Cus Diborong!
- Pencurian 50 Gram Emas di Mes Karyawan Jakpus, Polisi Periksa 3 Orang