HNW Ingin Pilkada Berlangsung Fair
Jumat, 25 Mei 2012 – 04:28 WIB

HNW Ingin Pilkada Berlangsung Fair
KEDEKATAN birokrasi Pemprov DKI dengan jajaran pengurus rukun tetangga (RT) dan rukun warga (RW) se-antero Jakarta perlu disikapi secara bijak. Jangan sampai keberadaan perangkat administrasi di tengah masyarakat itu dimanfaatkan untuk kepentingan politik dalam Pilkada DKI 2012.
Calon gubernur DKI Jakarta Hidayat Nur Wahid (HNW) berharap agar calon incumbent Fauzi Bowo tidak memanfaatkan RT, RW dan lurah untuk mewujudkan keinginan memenangkan Pilkada DKI.
Sebab isu penggiringan RT dan RW melalui birokrasi kelurahan sudah santer terdengar di tengah masyarakat. “Saya berharap itu segera diakhiri. Rekan-rekan di RT, RW, lurah dan kepala dinas harus duduk di posisi benar. Mereka bisa kena pidana kalau menggunakan birokrasi untuk mengarahkan kepada calon tertentu,” ujar HNW, Kamis (24/5).
Mantan Ketua MPR RI itu menegaskan, hingga kini terus mengkritisi kinerja Panwaslu DKI yang dianggap diskriminatif menindaklanjuti dugaan pelanggaran calon. Seperti dalam kasus pembersihan spanduk dan baliho para calon. “Banyak poster, gambar-gambar kami dicabuti. Tapi di banyak perempatan, di banyak jembatan penyeberangan ada baliho besar-besaran dari incumbent, tapi nggak diapa-apakan,” sesal HNW.
KEDEKATAN birokrasi Pemprov DKI dengan jajaran pengurus rukun tetangga (RT) dan rukun warga (RW) se-antero Jakarta perlu disikapi secara bijak. Jangan
BERITA TERKAIT
- Ibas Ajak Semua Kader Demokrat Buat Program untuk Kesejahteraan Rakyat
- Ahli Kepemiluan Usul Ambang Batas Maksimal 50 Persen di Pilpres dan Pilkada
- Bahlil Digugat ke Mahkamah Golkar Gegara Ganti Ketua DPR Papua Barat Daya Tanpa Prosedur
- Soedeson Soroti Eksekusi Rumah Warga di Bekasi, Penegak Hukum Diduga Langgar Prosedur
- Polemik Band Sukatani soal Lagu Bayar Polisi, Dewi Juliani: Itu Kritik yang Harus Diterima
- Pakar Sebut Gap Politis Bikin Prabowo & Megawati Sulit Bertemu