Hoaks dan Ujaran Kebencian Mengancam Persatuan Nasional
Media Sosial Harus Jadi Sarana Penyebaran Kabar Baik dan Pembawa Damai

Selain itu, pelatihan tersebut juga untuk memberikan pemahaman tentang bagaimana strategi pengelolaan dan distribusi konten media sosial hingga praktik pembuatan konten kreatif yang dapat membawa manfaat bagi masyarakat, bangsa dan negara Indonesia.
Pada akhir pelatihan, para peserta menegaskan komitmennya untuk membangun gerakan bersama dalam melawan kabar bohong atau hoaks dan ujaran kebencian dengan berjejaring dengan komunitas inklusif yang memiliki visi yang sama dalam upaya merawat kebangsaan dan keberagaman.
“Pesan kuncinya dari pelatihan ini adalah mari cerdas bermedia sosial dimulai dari diri sendiri dengan bijak menggunakan media sosial sebagai sarana berkomunikasi dan membawa kabar damai sukacita serta kebenaran,” kara Fredi, putra kelahiran Manggarai, Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) ini.(fri/jpnn)
Ketua Pemuda Katolik Komda Jawa Barat, Frederikus Lusti Tulis mengatakan kabar bohong atau hoaks dan ujaran kebencian itu mengancam persatuan nasional.
Redaktur & Reporter : Friederich
- Muncul Gerakan Kontra UU TNI, Nama Presiden Prabowo Disorot Warganet
- IRT di Inhu Mengaku Dibegal, Saat Diselidiki Polisi, Ternyata
- Hadirkan Inovasi Digital, Tugu Insurance Sabet 2 Penghargaan Digital Brand Awards
- 5 Berita Terpopuler: Pernyataan Terbaru soal Pengangkatan PPPK & CPNS 2024, Hasan Nasbi Angkat Bicara
- Mahasiswa Imbau Masyarakat Jangan Terprovokasi Hoaks di Medsos
- Fadia A Rafiq: Tukang Sayur Saja Ada Musuh, Apalagi Bupati