Hoaks Penggal Kepala Untuk Jembatan Tewaskan Delapan Warga Bangladesh

Polisi mengatakan delapan orang telah ditahan berkenaan dengan pembunuhan tehradap Begum, dan paling sedikit lima orang lainnya ditahan karena menyebarkan kabar hoaks ini di media sosial.
Tindakan massa in karena ketidakpercayaan terhadap hukum
Polisi juga mengkhawatirkan adanya korban di daerah pedesaan, dengan petugas mencoba membantah kabar bohong ini menggunakan TOA dengan berkeliling.
"Kami membangun kesadaran mengenai kabar hoaks tersebut dan meminta warga untuk tidak panik," kata kepala polisi di Distrik Chapainawabganj.
Sekitar 1,6 juta petugas keamanan sudah dikirim ke berbagai desa, kata Mayor Jenderal Kazi Sharif Kaikobad, di provinsi Ansar.

Sementara itu para pengemis yang ketakutan akan menjadi korban amukan massa, mengalungkan KTP untuk membuktikan bahwa mereka bukanlah orang asing di daerah dimana mereka beroperasi.
Tindakan amuk massa membabi buta ini, menurut Profesor Sosiologi dari Dhaka University Monirul Islam, menunjukkan warga yang tidak percaya akan sistem hukum dan ketertiban di sana.
Namun dia juga tidak mengesampingkan kemungkinan bahwa beberapa orang dengan sengaja mencoba menciptakan kepanikan dan kekacauan dalam masyarakat.
- Babak Baru Perang Dagang Dunia, Indonesia Jadi 'Sasaran Empuk'
- Dunia Hari Ini: Barang-barang dari Indonesia ke AS akan Dikenakan Tarif 32 Persen
- Warga Indonesia Rayakan Idulfitri di Perth, Ada Pawai Takbiran
- Daya Beli Melemah, Jumlah Pemudik Menurun
- Dunia Hari Ini: Mobil Tesla Jadi Target Pengerusakan di Mana-Mana
- Kabar Australia: Pihak Oposisi Ingin Mengurangi Jumlah Migrasi