Homestay yang Pernah Disinggahi Pak Harto Ambruk

Kepala Kampung Pulau Derawan Bahri justru mengaku pasrah melihat masalah abrasi di pulau yang dengan luas sekitar 44 hektare dan berpenduduk lebih dari 1.500 jiwa itu. Sebab, sudah dua kali pemerintah merencanakan pembangunan penahan ombak untuk mencegah abrasi di Pulau Derawan, tapi tak kunjung terlaksana.
”Malah Pulau Sambit yang duluan dibangunkan. Makanya, saya saat ini sebenarnya sudah terserah bagaimana baiknya, yang penting abrasi ini tidak terjadi lagi,” keluhnya.
Apa yang terjadi di Derawan tersebut tentu juga memusingkan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau Mappasikra Mappaseleng. Sebab, di tengah meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan ke sana, luas pantai yang tersisa di pulau tersebut justru kian menyusut.
”Sebagai instansi yang mengurusi pariwisata, kami merasa Pulau Derawan sangat perlu lahan pantai lagi. Tapi, tentu penanganan abrasi harus melalui kajian dulu,” katanya.
Wakil Bupati Berau Agus Tantomo menjelaskan, tahapan penanganan abrasi di pulau-pulau yang ada di Berau sebenarnya telah dimulai. Pemkab Berau, ujar Agus, telah menurunkan tim teknis sejak 2017. Dan, kini tengah menyusun perencanaan penanganan abrasi untuk Pulau Balikukup.
”Bergantung hasil perencanaannya nanti. Kalau butuh anggaran besar, kami akan perjuangkan ke pemerintah pusat,” jelasnya. (*/udi/c10/ttg)
Sejumlah pulau di wilayah Berau, Kalimantan Timur, tergerus abrasi, termasuk homestay di Derawan yang pernah disinggahi Presiden ke-2 RI Soeharto.
Redaktur & Reporter : Soetomo
- Banjir Melanda Berau Kaltim, 2 Lansia Meninggal Dunia
- Warga Pesisir Dihantui Abrasi dan Rob, Menko AHY Dukung Keberlanjutan Proyek GSW
- Warga Pesisir Utara Jawa Dihantui Abrasi, GSW Harus Segera Direalisasikan
- Suku Bajo dan Banyak Lagi Bukti Legalitas Sertifikat Lahan di Atas Laut
- Pakar Minta Menteri ATR/BPN Tak Seenaknya Cabut SHM Lahan Terdampak Abrasi
- Pesisir Tangerang Dihantui Abrasi, Rencana Prabowo Ini Diharap Jadi Solusi