Honorer K2 Banjarnegara: PNS Harga Mati!
jpnn.com, BANJARNEGARA - Ketua Umum Forum Honorer Kategori Dua Indonesia (FHK2I) Titi Purwaningsih sukses menggalang massa dalam aksi unjuk rassa di kantur bupati dan DPRD Banjarnegara. Dari 1017 honorer K2, 900 orang lebih ikut aksi tersebut.
Memakai seragam pegawai sipil, mereka menuntut bupati dan DPRD Banjarnegara menolak rekrutmen CPNS umum. Mereka juga minta bupati mengangkat mereka menjadi PNS.
"Kami minta di PNS kan bukan dijadikan pegawai pemerintah dengan perjanjan kerja (PPPK). Kami bosan jadi pegawai kontrak," ujar Titi yang sehariannya adalah guru SDN Banjarnegara, Rabu (26/9).
Dia menegaskan, PNS adalah harga mati bagi seluruh honorer K2 termasuk Banjarnegara. Hanya status PNS yang layak untuk jasa pengabdian belasan hingga puluhan tahun honorer K2.
"90 persen honorer K2 Banjarnegara yang aksi ini menolak PPPK. PNS harga mati bagi kami," tegasnya.
Titi menambahkan tidak adalagi air mata untuk meratapi nasib mereka. Yang ada hanyalah kobaran semangat api perjuangan melawan ketidakadilan. Bagi Titi dan seluruh honorer K2, perjuangan ini adalah jihad.
"Sudah kepalang basah skalian nyebur sekalian. Berjuang enggak usah setengah-setengah lagi," serunya. (esy/jpnn)
Hanya status PNS yang layak untuk jasa pengabdian belasan hingga puluhan tahun honorer K2.
Redaktur & Reporter : Mesya Mohamad
- Gagal Bertemu Gubernur, Honorer K2 & Non-K2 Siapkan Aksi Lebih Besar Lagi
- Ribuan Honorer K2 & Non-K2 Demo di Hari Pahlawan, Baca 9 Tuntutannya, Dahsyat!
- 2 Hari Guru Honorer Kumpulkan Rp 8 Juta untuk Aksi Unjuk Rasa, Heti: Luar Biasa
- PPPK Sudah Siap Berdemo ke Jakarta, Korwil Honorer K2: Mohon Maaf Bapak
- Guru Nurul: Demo Bukan Solusi, Hononer Jangan Tambah Bikin Pusing Pemerintah
- Pimpinan Honorer K2 Kalbar: Kalau Mau Aksi, Lihat Sikon Dulu