Honorer K2 Tetap Terobsesi dengan RUU ASN, Ternyata Ini Penyebabnya
Sekarang malah melunak dan bergeser ke tenaga kontrak (PPPK).
"Dengan segala dinamika dan romantikanya, sungguh pilu mengingat saat itu dan kini. Pemerintah, terserah apa maumu saja," ucap Saifudin.
Dia mengungkapkan bagaimana kekecewaan honorer K2 ketika RUU ASN yang akan disahkan nanti malah mengarah pada PPPK.
Ironinya, ada tambahan baru berupa PPPK paruh waktu. Menjadi PPPK saja, kata Saifudin, sudah melukai hati honorer K2 dengan masa pengabdian panjang, apalagi paruh waktu.
"Sebenarnya rekan-rekan lawas (honorer K2 maupun eks K2) masih terobsesi dengan revisi UU ASN. Biar bagaimanapun keinginan honorer K2 itu menjadi PNS," tegasnya.
Oleh karena itu, Saifudin mengingatkan kembali bagaimana sejarah adanya revisi UU ASN.
Namun, dinamika yang terjadi menghasilkan produk baru dan jauh dari cita-cita awal.
Dia berharap honorer K2 diarahkan menjadi PPPK penuh waktu. PPPK penuh waktu dan punya prestasi bisa digiring ke PNS. (esy/jpnn)
Honorer K2 tetap terobsesi dengan revisi UU ASN. Eks K2 mengungkapkan penyebab utamanya
Redaktur : Elvi Robiatul
Reporter : Mesyia Muhammad
- Sri Mulyani: Setiap Guru adalah Pahlawan yang Berkontribusi Besar bagi Kemajuan Indonesia
- Temuan Perludem: Ribuan Kasus Dugaan Pelanggaran Netralitas ASN di Pilkada Serentak 2024
- Pemprov Jateng Telah Mengangkat 8.909 Guru Tidak Tetap jadi PPPK
- Guru Honorer Supriyani Divonis Bebas, Baju Seragam SD dan Sapu Ijuk Dikembalikan
- Wahai Guru PNS, PPPK & Honorer, Inilah Poin-poin Penting Pidato Mendikdasmen
- ASN Kota Bogor Diingatkan Jaga Netralitas Menjelang Pilkada