Horeee, Wali Kota Surabaya Naikkan Biaya Operasional RT, RW, dan LPMK 100%

Namun, apabila dalam pelaksanannya mereka ketahuan curang atau tidak adil dalam pelayanannya maka akan dihentikan, bahkan dicopot jabatannya.
“Sebenarnya ini kan seperti honor atau insentif untuk RT sekaligus membantu pemerintah mendata masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) supaya lebih cermat dan tepat sasaran,” kata dia.
Mantan Kepala Bapekko itu berharap kedepannya warga yang menjabat di RT, RW maupun LPMK bisa menjadi orang pilihan. Artinya, bukan sekadar warga yang hanya mengisi kekosongan jabatan.
"Saya berharap ada sinergi pemerintah dan masyarakatnya. Karena RT, RW, dan LPMK yang bisa mendata UKM, atau yang tergolong MBR, nantinya mereka yang akan mensejahterahkan masyarakat,” tegas dia.
Sementara itu, Kasman selaku ketua RW 3 Tambaksari mengaku bahagia atas penambahan biaya operasional itu. Dia pun berjanji akan meningkatkan pelayanan termasuk menjaga wilayahnya dari Covid-19.
“Terima kasih atas perhatian langsung dari Pak Eri. Nantinya begitu ada program wali kota kami akan jalankan sebaik mungkin, dan tentu apresiasi ini akan membuat meningkatkan kinerja kami,” ujar Kasman. (mcr12/jpnn)
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi ingin pelayanan publik dapat dilakukan di tingkat RT dan RW.
Redaktur & Reporter : Arry Saputra
- Satpol PP Surabaya Temukan 2 RHU Jual Miras saat Ramadan
- KAI Daop 8 Tes Narkoba Kepada 100 Pekerja, Ini Hasilnya
- Info Penting, Masyarakat Surabaya Harap Lakukan Ini Sebelum Mudik Lebaran 2025
- Dukung SRRL, Pemkot Surabaya Bakal Bangun Flyover dan Underpass
- Gubernur Jateng Mengajak Bupati & Wali Kota Fokus Membangun Infrastruktur di 2025
- Wakil Wali Kota Serang Rela Gaji Dipotong 3 Tahun, Demi Beli Ambulans Gratis untuk Warga