I AM NOT A VIRUS: Perlawanan 4 Seniman Indonesia terhadap Rasisme di Australia

"Tidak adil juga kan? Kita sama-sama hidup, kalau kena virus juga sama-sama kena, tapi mengapa harus dijadikan bulan-bulanan?"
'Melawan kebencian' lewat tatapan
Tindakan rasisme dialami juga oleh seniman berdarah Indonesia yang tumbuh di Australia, Audrey Alim yang dikenal sebagai AUNA melalui karyanya, "Look At Me" atau "Tataplah Saya".
"Pernah satu kali, di awal pandemi, saya mengenakan masker di kereta dan sadar kalau penampilan saya menarik perhatian banyak orang," katanya.
"Mereka ketakutan akan hal yang tidak mereka ketahui dan mengaitkan hal-hal negatif antara warga Asia-Australia dengan COVID-19."
Dalam karya seninya, Audrey menggambarkan keberaniannya untuk menatap kembali sekian pasang mata yang menghakiminya.
"Saya ingin mengilustrasikan pengalaman ini, kemampuan melawan kebencian terhadap ras tertentu."
Walau lahir dan besar di Sydney, Audrey yang berasal dari keluarga Tionghua-Indonesia mengaku karyanya seringkali masih dipengaruhi kesenian Indonesia.
"Sejak kecil, saya kagum melihat kerumitan gurat garis pada batik, juga pola sederhana dan rumitnya yang berisi kisah," katanya.
Dari masker yang menjadi pakaian hingga makanan yang terbuat dari keramik, empat seniman berdarah Indonesia di Australia menyuarakan pikiran mereka dalam proyek
- Babak Baru Perang Dagang Dunia, Indonesia Jadi 'Sasaran Empuk'
- Dunia Hari Ini: Barang-barang dari Indonesia ke AS akan Dikenakan Tarif 32 Persen
- Warga Indonesia Rayakan Idulfitri di Perth, Ada Pawai Takbiran
- Daya Beli Melemah, Jumlah Pemudik Menurun
- Dunia Hari Ini: Mobil Tesla Jadi Target Pengerusakan di Mana-Mana
- Kabar Australia: Pihak Oposisi Ingin Mengurangi Jumlah Migrasi