IBC: Indikasi Ada Mafia di Balik Kasus Bansos dan Kasus Benur

Praktik korupsi bansos dan bibit lobster yang terstruktur, sistematis dan massif menyebabkan KPK terlihat kesulitan mengungkap praktek korupsi meski telah menangkap Menteri Sosial Juliari Peter Batubara dan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo.
“Kedua Menteri yang ditangkap memiliki hubungan dan kaki tangan di sekelilingnya yakni para asisten pribadi maupun pejabat di lingkungan kementerian. Mereka secara struktur memiliki kuasa dan memahami sistem pengadaan maupun bagaimana korupsi dilakukan,” tuturnya.
Dalam kasus bansos, Ari Juliari dibantu dua orang pejabat pembuat komitmen di Kemensos yang ditunjuk yakni Matheus Joko Santoso dan Adi Wahyono. Sementara kasus bibit lobster, Edhy Prabowo dibantu staf khusus Andreau Misanta Pribadi dan Safri.
Ada Struktur Gelap di Balik Dua Kasus Korupsi
IBC menilai korupsi semacam ini sudah mengakar, “siapapun presidennya atau menterinya, korupsi akan sulit diberantas jika akar permasalahan kartel dan penguasa bisnis gelap ini tidak ikut diberantas”.
Penggganti Juliari, mantan wali kota Surabaya Risma Trirismaharini beberapa hari lalu menyampaikan secara terbuka bahwa persoalan yang dihadapi sangat berat, dan dia siap meletakkan jabatan jika tidak sanggup membenahi.
“Ini menandakan sebelum bisa membentuk sistem jaringan sosial yang baik, dia sebagai Menteri harus terlebih dahulu memberantas struktur gelap yang mengendalikan mekanisme bantuan sosial agar bersih dan tepat sasaran.”
Sedangkan untuk kasus Lobster, IBC mengaku sudah menemukan bukti bahwa ada struktur gelap yang berkuasa mengendalikan bisnis lobster, salah satunya adalah temuan terjadinya ekspor lobster di luar pemain resmi yang sekarang sedang berkasus di KPK.
Arif mencatat penangkapan empat menteri selama kepemimpinan Presiden Joko Widodo menunjukkan kejahatan korupsi makin terstruktur, sistematis, dan masif (TSM).
- Pram-Rano Cairkan Bansos Rp 900 Ribu untuk Penerima KLJ, KAJ, dan KPDJ
- Rano Sebut Bansos untuk Lansia-Disabilitas agar Tak Pinjam ke Bank Keliling
- Tebar Bansos, Aguan & Buddha Tzu Chi Perbaiki Ratusan Hunian Tak Layak di Jakarta
- Semarak Ramadan 2025, Petrokimia Gresik Tebar Bansos hingga Rp 682,5 Juta
- Genjot Upaya Kikis Kemiskinan di Jateng, Gubernur Luthfi Gelontorkan Bansos
- Luhut Blak-blakan soal Bansos Rp 500 Triliun yang Selama Ini Tak Tepat Sasaran