Ibu dan Anak Disiram Air Keras, Luka Parah

jpnn.com, SURABAYA - Suudi, 58, warga Jalan Dinoyo Baru, Tegalsari, Surabaya, nekat menyiram tetangganya dengan air keras HCL (Asam Klorida). Korbannya adalah ibu dan anak yakni Tjahjawati, 61, dan Dovi Santoso,35.
Pemicunya sepele, pelaku tak terima setelah ditegur lantaran sering menyiram kucing peliharaan korban pakai air. Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa tersebut terjadi pada Minggu sore (3/2). Berawal saat kedua korban dan tersangka terlibat cekcok mulut.
Saat pertengkaran itu terjadi,Suudi yang tersulut emosinya masuk ke dalam rumah dan mengambil sebuah jeriken berisi air keras.
"Setelah itu pelaku menyiramkan air keras itu mengenai wajah kedua korban," ungkap Kapolsek Tegalsari, Kompol David Trio Prasojo .
David mengatakan siraman air keras itu membuat Tjahwati dan Dovi dillarikam ke rumah sakit. Bahkan kondisi terakhir korban masih dalam perawatan intensif lantaran kedua mata Tjahjawati belum bisa melihat, lidahnya pun luka parah. Sedangkan Dovi Santoso juga terluka di bagian mata, tapi tidak separah ibunya.
"Korban Dovi sudah melaporkan kasus ini. Kami sudah tangani dengan menangkap pelaku dan barang bukti air keras yang digunakan pelaku menyiram korban," lanjut David.
BACA JUGA: Berangkat ke Masjid, Wajah Staf Dishub Disiram Air Keras
Menurut David, berdasarkan keterangan saksi maupun korban, penyiraman itu bermula saat korban menegur pelaku atas apa yang ia lakukan dengan kucing peliharaan korban. Sebab korban mendapati pelaku Suudi sering menyiramkan air ke kucing korban.
Berawal cekocok mulut gara-gara kucing, ibu dan anak warga Tegalsari Surabaya disiram air keras oleh tetangganya.
- Satpol PP Surabaya Temukan 2 RHU Jual Miras saat Ramadan
- KAI Daop 8 Tes Narkoba Kepada 100 Pekerja, Ini Hasilnya
- Info Penting, Masyarakat Surabaya Harap Lakukan Ini Sebelum Mudik Lebaran 2025
- Inilah Hasil Drawing Barati Cup International East Java 2025
- Ada Seleksi PPPK 2024, Bukan Berarti Jumlah Guru Bertambah
- JCI East Java Dorong Pengusaha Muda Aktif Mengembangkan Diri