Ibu Hamil Ini Tertulari COVID-19, Videonya Justru Membuat Orang Lain Mau Divaksinasi
"Saya sempat melihat seorang ibu dan anaknya dalam kondisi yang jauh lebih buruk, dan seorang perawat menjelaskan bahwa keduanya belum divaksinasi," katanya.
"Di ruang perawatan khusus COVID, sangat jelas siapa kelihatan siapa yang belum divaksin. Dari cara batuknya saja bisa ketahuan. Biasanya kondisi mereka sangat jauh lebih buruk,” kata Asmawati.
Mendorong ibu hamil lainnya untuk divaksin
Video rekaman Asmawati ini kemudian dibagikan ke grup pertemanan WhatsApp warga Indonesia di Melbourne, untuk mendorong ibu hamil lainnya divaksinasi.
Athirah Basalamah (37 tahun) menonton video tersebut dan memutuskan untuk mendapatkan dosis pertama vaksin Pfizer di pusat komunitas daerah Broadmeadows di pinggiran kota Melbourne pada 23 September.
"Saya menangis saat menonton videonya karena saya bisa merasakan, saya sendiri sedang hamil anak kedua," katanya.
"Jujur saja ya, sebelumnya saya bukan hanya ragu untuk divaksinasi karena saya hamil, tetapi saya juga menentang vaksin," kata Athirah.
Sekarang, katanya, dia malah tidak sabar lagi menantikan dosis kedua pada 15 Oktober, mengingat kasus COVID di negara bagian Victoria yang terus meningkat.
Faktor lain yang turut mempengaruhi keputusannya untuk bersedia divaksin adalah pengalaman keluarganya di Indonesia, saat menghadapi peningkatan kasus Delta pada Juli dan Agustus lalu.
Seorang ibu asal Indonesia yang sedang mengandung anak keempat saat tertular COVID-19 merasa bersyukur karena telah menerima setidaknya satu suntikan vaksin
- Babak Baru Perang Dagang Dunia, Indonesia Jadi 'Sasaran Empuk'
- Dunia Hari Ini: Barang-barang dari Indonesia ke AS akan Dikenakan Tarif 32 Persen
- Warga Indonesia Rayakan Idulfitri di Perth, Ada Pawai Takbiran
- Daya Beli Melemah, Jumlah Pemudik Menurun
- Dunia Hari Ini: Mobil Tesla Jadi Target Pengerusakan di Mana-Mana
- Legislator Ini Berkomitmen Berbagi Kebahagiaan Kepada Ibu Hamil dan Anak yang Sakit