Ical Sebut Pejabat Sudah Jarang Ucapkan Pancasila

jpnn.com - JAKARTA - Ketua Umum DPP Partai Golkar Aburizal Bakrie mengatakan, masih banyak undang-undang yang lahir pada era reformasi ini tersandera oleh pemikiran masa lalu. Akibatnya, menurut Ical, reformasi berjalan tidak seperti yang diharapkan.
Bahkan lanjut Aburizal Bakrie, dewasa ini jarang sekali terdengar dari mulut penyelenggara negara tentang dasar negara kita yakni Pancasila, dalam berbagai kegiatan acara kenegaraan baik di Ibukota Negara maupun di daerah-daerah.
"Fakta ini cukup mencemaskan kita semua karena lama-kelamaan dan proses ini dibiarkan berjalan maka kita semua akan kehilangan jatidiri sebagai bangsa yang berdaulat dan bersatu, ungkap Aburizal Bakrie, dalam acara focus group discussion kajian sistem ketatanegaraan Indonesia bertema "Penguatan Sistem Presidensiil di Indonesia", di DPP Partai Golkar, Slipi, Jakarta, Rabu (4/12).
Namun, lanjutnya, kecemasan partai Golkar akan hilangnya jatidiri bangsa mulai berkurang karena Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) telah mengambil tugas mengawal jatidiri bangsa itu melalui sosialisasi Empat Pilar berbangsa dan bernegara, serta kajian tentang ketatanegaraan.
"Golkar menyatakan apresiasi yang setinggi-tingginya atas inisiatif MPR mengambil tugas strategis tersebut," ujar Ical.
DPP Partai Golkar sendiri, lanjutnya, juga sudah menyiapkan blue print tentang Indonesia ke depan masing-masing untuk 25 dan 50 tahun. (fas/jpnn)
JAKARTA - Ketua Umum DPP Partai Golkar Aburizal Bakrie mengatakan, masih banyak undang-undang yang lahir pada era reformasi ini tersandera oleh pemikiran
Redaktur & Reporter : Tim Redaksi
- Jaksa Gadungan yang Menipu Pengusaha di Sibolga Dituntut 3 Tahun Penjara
- KKP Gerak Cepat Tangani Paus Terdampar di NTT
- Prediksi Cuaca BMKG, Jakarta Diguyur Hujan Rabu Siang dan Sore
- Pejabat BKN: Sangat Mudah jika Ingin Memberhentikan PPPK
- Hari Kedua Tes PPPK Tahap 2, Jangan Sepelekan Peringatan Profesor Hukum
- BAZNAS dan Ulama Palestina Perkuat Kerja Sama untuk Palestina