ICW: Program Antikorupsi Jokowi Lebih Konkret ketimbang Prabowo
jpnn.com - JAKARTA - Direktur Indonesia Corruption Watch (ICW) Emerson Yuntho menilai dua pasangan Capres-Cawapres, Jokowi-JK dan Prabowo-Hatta belum menyentuh permasalahan antikorupsi, dalam visi-misi yang diusung keduanya. Selama ini menurutnya, kedua kandidat itu baru menyentuh soal program antikorupsi.
"Apa visi misi capres cawapres soal antikorupsi? Jawabannya mudah, enggak ada yang bicara soal antikorupsi. Tapi kalau program (antikorupsi) ada. Saya enggak tahu, apakah ini mungkin terlewatkan atau bagaimana oleh keduanya," papar Emerson dalam diskusi 'Membedah Visi Misi Capres 2014: Jokowi-Prabowo, Siapakah Yang Paling Bersih dari Korupsi?' di Hotel Whiz, Cikini, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (15/6).
Kendati begitu, Emerson meyakini kedua pasangan Capres-Cawapres itu mendukung kinerja Komisi Pemberantas Korupsi (KPK). "Bicara soal program, semuanya memberikan dukungan pada KPK, Masing-masing juga berkomitmen terhadap KPK," serunya.
Mengenai program antikorupsi, pihaknya mengamati, kubu Jokowi-JK lebih banyak menyentuh permasalahan hukum dibanding kubu Prabowo-Hatta. Untuk hal itu, dia menduga Prabowo masih tersandera dengan kasus HAM.
"Tapi kalau bicara lebih konkret, visi misi Prabowo-Hatta ada 10 poin penegakan hukum dan antikorupsi, Jokowi-JK ada 42 poin. Program turunan yang lebih konkret ada di kubu Pak Jokowi. Kenapa di kubu Pak Prabowo tidak ada soal HAM, mungkin karena masih tersandera," ulas Emerson. (chi/jpnn)
JAKARTA - Direktur Indonesia Corruption Watch (ICW) Emerson Yuntho menilai dua pasangan Capres-Cawapres, Jokowi-JK dan Prabowo-Hatta belum menyentuh
Redaktur & Reporter : Tim Redaksi
- Farhan – Erwin Kecewa Jalannya Debat Pilwalkot Bandung Ada Provokasi
- Khusus Calon PPPK, Ini Info Terkini dari Bu Ani
- Ketum TP PKK Mengingatkan Pentingnya Optimalisasi & Efisiensi Penggunaan Anggaran
- Viral Polisi Pangkat Kompol Dibentak Pemotor di Kediri, Pelaku Ternyata
- Hari Ini, Komisi III DPR Mulai Uji Kepatutan dan Kelayakan 10 Calon Dewas KPK
- Rapat Bareng Kepala Baratin, Anggota Komisi IV Singgung Pengawasan Berbasis AI