IDI Akui Tidak Semua Dokter Korban Covid-19 Tangani Langsung Pasien Corona

jpnn.com, JAKARTA - Ikatan Dokter Indonesia (IDI) mencatat sampai hari ini sudah ada 114 tenaga medis di Indonesia yang meninggal dunia karena Covid-19.
Menurut Ketua Tim Mitigasi Pengurus Besar IDI dr. M. Adib Khumaidi, Jawa Timur menempati posisi teratas dalam jumlah dokter yang meninggal karena penyakit virus corona jenis baru itu.
"Jadi, Jawa Timur data terakhir itu ada 29," kata Adib dalam sebuah diskusi daring yang diselenggarakan sebuah stasiun radio di Jakarta, Sabtu (12/9).
Dokter spesialis ortopedi itu menambahkan, di bawah Jawa Timur ada Sumatera Utara dengan jumlah dokter yang meninggal ada 21 orang.
"Baru kemudian Jakarta dan daerah yang lain," ujarnya.
Menurut Adib, data yang diperoleh IDI menunjukkan 55 dari 114 dokter yang wafat itu adalah 55 dokter umum. "Selebihnya dokter spesialis," katanya.
Namun, Adib juga mengatakan bahwa tidak semua dari 114 dokter yang meninggal itu bersentuhan langsung dengan pasien Covid-19. "Tentunya ada yang tidak secara langsung menangani pasien Covid-19," jelasnya.
Namun, sambung Adib, saat ini paparan Covid-19 berisiko pada hampir semua asek pelayanan kesehatan yang dilakukan para dokter.
IDI menyebut Jawa Timur menjadi provinsi dengan jumlah dokter meninggal akibat Covid-19 paling banyak.
- Soal Lagu Bayar Bayar Bayar, GPA Ungkit Peran Polisi Saat Banjir & Penanganan Covid-19
- Muktamar Ke-32 IDI, Praktisi Serukan Kebijakan Kesehatan Berkeadilan
- Isu COVID & Lab Wuhan Mencuat Lagi, China Gercep Membela Diri
- IDI: Agustiani Tio Bisa Berobat ke Luar Negeri Jika Fasilitas di Indonesia Tidak Memadai
- Sidang Tuntutan Korupsi APD Covid-19 di Sumut Ditunda, Ini Masalahnya
- Trump Bikin Gebrakan Hari Pertama, Langsung Teken Keppres agar AS Keluar dari WHO