IDI: Stunting Dapat Mempengaruhi Kemajuan Bangsa

Dokter sekaligus artis Reisa Broto Asmoro menjelaskan satu dari 3 anak di bawah 5 tahun (balita) mengalami stunting atau gagal tumbuh karena kurang protein atau kurang gizi. Data tahun 2018 menunjukkan balita stunting di Indonesia mencapai 30,8 persen. Balita yang memiliki badan sangat pendek sebanyak 11.5 persen dengan tinggi badan terendah 19 cm.
"Ini tidak dapat dianggap sepele. Betul-betul membutuhkan perhatian khusus. Kita semua perlu ikut serta dalam menurunkan angka stunting ini," ujarnya.
Sementara Head of KlikDokter Mia Argianti mengemukakan penyuluhan kesehatan reproduksi pada remaja sangat penting dalam mencegah stunting. Anak remaja menjadi pintu masuk dan ujung tombak perubahan paradigma kesehatan.
Pada masa remaja, pengetahuan tentang kesehatan penting untuk diketahui untuk menghindari hal-hal yang tidak dinginkan.
Salah satu pengetahuan kesehatan yang penting di usia remaja adalah kesehatan reproduksi karena dapat memicu terjadinya penyakit seksual menular, kehamilan di usia muda, dan kanker mulut rahim atau kanker serviks. KlikDokter sangat senang dapat bekerja sama dengan IDI karena penanggulangan masalah stunting, penyakit tidak menular, dan kesehatan reproduksi remaja dalam upaya mendukung pembangunan SDM yang sehat, produktif, dan berdaya saing, merupakan hal yang sangat penting.
“Pendekatan dengan Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE) yang baik dan tepat makin melekat di hati masyarakat, promosi dan prevensi dalam kesehatan makin berhasil sehingga di masa depan, Indonesia dapat mencapai generasi sehat," tutur Mia.
Untuk diketahui stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis terutama pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Dalam jangka panjang, stunting berdampak negatif untuk kecerdasan anak dan meningkatkan risiko anak untuk terkena penyakit tidak menular.
Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) menempatkan Indonesia sebagai negara ketiga dengan angka prevalensi stunting tertinggi di Asia pada tahun 2017. Angkanya mencapai 36,4 persen. Namun, pada 2018, angkanya turun menjadi 27,67 persen. Angka ini masih tinggi karena harus berada di bawah ambang batas standar WHO yaitu 20 persen.(fri/jpnn)
Stunting adalah salah satu persoalan yang dihadapi bangsa ini. Makin banyak masyarakat yang terkena stunting akan mempengaruhi kemajuan bangsa.
Redaktur & Reporter : Friederich
- Pengurus Danantara Diresmikan, Pasar Merespons Begini
- Si Melon PIK2 Bantu Warga Teluknaga Melawan Stunting
- Sido Muncul Berikan Bantuan Rp 425 Juta untuk Anak Terduga Stunting di Jonggol
- Dinsos P3AP2KB Kabupaten Kudus Andalkan DMS Cazbox by Metranet untuk Atasi Stunting
- Korika Nilai Penerepan AI di RI Masih Menghadapi Berbagai Tantangan
- Zakat dan Harapan bagi Generasi Bebas Stunting