iGrow Peringatkan Para Peminjam yang Tidak Kooperatif
jpnn.com, JAKARTA - Manajemen PT LinkAja Modalin Nusantara atau iGrow menegaskan, bahwa perusahaan fintech dilarang untuk memberikan jaminan dalam segala bentuk atas pemenuhan kewajiban pihak lain. Fintech juga dilarang bertindak sebagai pemberi atau penerima pinjaman.
Hal tersebut seperti yang diatur dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 10/POJK.05/2022 tentang Layanan Pendanaan Bersama Berbasis Teknologi Informasi.
Oleh karenanya, tanggung jawab atas pengembalian dana tidak menjadi beban iGrow.
"Kewajiban kami adalah sebagai penyelenggara atau platform yang menghubungkan antara pemberi dan penerima pinjaman," kata pelaksana harian iGrow, Rizcky Alfath, dalam keterangan resminya di Jakarta, Jumat (5/4).
Dia menyampaikan iGrow selaku penyelenggara berkewajiban untuk melakukan penagihan kepada para borrower yang bermasalah sesuai dengan aturan yang berlaku.
Jika diperlukan dapat melakukan upaya hukum terhadap penerima pinjaman untuk memastikan dana lender dikembalikan.
"Kami terus melakukan penagihan terhadap peminjam (borrower), dan proses tersebut yang terus kami lakukan hingga saat ini," ungkapnya.
Dalam upaya ini, pihaknya juga berkoordinasi erat dengan beberapa lender institusional perbankan.
iGrow peringatkan para peminjam yang tidak kooperatif sebagaimana aturan yang dikeluarkan Otoritas Jasa Keuangan
- OJK Cabut Izin Usaha PT Sarana Riau Ventura
- Upbit Indonesia Optimistis OJK Akan Perkuat Regulasi dan Inovasi Aset Kripto di Indonesia
- PT Sejahtera Bersama Nano Meluncurkan Token IDDB
- AFPI: Literasi Keuangan yang Baik Bisa Menghindarkan Beban Finansial Berlebihan
- Alhmadulillah, Utang-Utang UMKM di Sumsel yang Macet Akan Dihapus
- Edukasi Bahaya Judol & Pinjol di Malang, Menkomdigi: Saya Pastikan Pemerintah Akan Terus Bekerja