IHSG Berpotensi Tembus Level 6.000

Meski begitu, kata Alfatih, mau tidak mau kebijakan di Amerika Serikat (AS) juga tetap perlu diperhatikan.
Terutama dalam konteks perang bersama Tiongkok dari sisi ekonomi.
’’Berdasar analisis di Samuel itu diperkirakan ketika AS ingin berupaya melakukan proteksi, tapi dia (Trump, Red) kan orang bisnis, kesannya adalah proteksi untuk menaikkan daya negosiasi,’’ ungkapnya.
AS saat ini terbuka untuk perdagangan bebas. Sebaliknya, Tiongkok masih dinilai lebih tertutup.
Padahal, Negeri Panda itu juga berkepentingan besar terhadap AS terkait dengan ekspornya.
Saat AS benar-benar menutup, Tiongkok akan mengalami kesulitan. ’’Ketika itulah terjadi negosiasi,’’ terangnya.
Bagi global, termasuk Indonesia, situasi itu sebenarnya membawa keuntungan serta akan berdampak pada kenaikan harga komoditas.
Sebab, permintaan bahan komoditas berpotensi naik, terutama dari AS.
Pasar saham Indonesia diperkirakan menguat cukup signifikan mencapai level psikologis 6.000.
- Breaking News: Investor Frustrasi, Rupiah Tembus Rp 16.620
- Pengurus Danantara Diresmikan, Pasar Merespons Begini
- Rosan Sebut IHSG Menunjukkan Tren Positif Setelah Pengumuman Struktur Danantara
- Anjloknya IHSG Masih Dalam Jangkauan Mitigasi
- IHSG Anjlok, Waka MPR: Kuatkan Basis Investor Instituional Domestik
- Borong Saham Adaro, Boy Thohir: Saya Percaya Fundamental Ekonomi Indonesia