Ikan Mas Bisa Menjadi Alternatif Bagi Warga Australia di Saat Harga 'Seafood' Semakin Mahal

Luke mengatakan mengatasi rasa ikan juga sesuatu yang perlu diperhatikan.
Saat stres, ikan mas menghasilkan histamin yang menimbulkan bau dan rasa lumpur yang khas.
"Semakin cepat Anda mendinginkan ikan ini, semakin kecil kemungkinan rasa berlumpur akan muncul," katanya.
Lendir licin di tubuh ikan mas juga menodai reputasi ikan ini untuk dimakan. Padahal, kata Luke, solusinya cukup cukup dengan mengulitinya.
"Begitu Anda mengulitinya, lendir itu hilang dan Anda mendapatkan fillet ikan yang bersih, segar, dan lezat," jelasnya.
Karena itu, terlepas dari rencana pemusnahan massal ikan mas dengan cara mengenalkan virus herpes ke populasinya, Luke menyebut perlunya mendorong warga untuk menjadikan ikan mas sebagai alternatif sumber protein.
Bagaimana dengan belut?
Ikan air tawar lainnya seperti belut telah lama menjadi sumber protein dan dikonsumsi oleh penduduk asli.
Seorang penduduk asli dari Jupagalk di Victoria, Neil Murray, menjelaskan banyak warga setempat akan berkumpul di akhir musim panas di Danau Bolac saat belut memulai migrasi tahunan untuk bertelur.
Mengonsumsi ikan mas bukan saja bisa mengatasi masalah lingkungan air tawar di Australia, tapi jadi alternatif di saat harga 'seafood' semakin mahal
- Dunia Hari Ini: Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol Diturunkan dari Jabatannya
- Harga Pangan Sejumlah Komoditas Stagnan Tinggi
- Babak Baru Perang Dagang Dunia, Indonesia Jadi 'Sasaran Empuk'
- Dunia Hari Ini: Barang-barang dari Indonesia ke AS akan Dikenakan Tarif 32 Persen
- Harga Pangan Hari Ini, Cabai Rawit Masih Rp 91.600 Per Kilogram
- Warga Indonesia Rayakan Idulfitri di Perth, Ada Pawai Takbiran