Ikatan Sejarah Antara Indonesia dan Australia Terungkap Setelah Penemuan Sebuah Foto

"Ia nampaknya adalah seseorang yang berbudaya kental."
Nenek moyang Dirrikaya diyakini telah tinggal di kepulauan mereka selama ribuan tahun sebelum orang Makassar tiba.
Negeri Anindilyakwa mencakup beberapa pulau di tepi timur Arnhem Land, hanya 600 kilometer dari kepulauan Indonesia.
Pada tahun 1600-an dan 1700-an, ketika perdagangan rempah-rempah dan makanan laut meningkat di kawasan Asia-Pasifik, banyak hal mulai berubah bagi suku-suku di pesisir utara.
Gelombang awak kapal nelayan asal Asia dari Makassar — pelabuhan yang dikelola Belanda di pulau Sulawesi bagian timur Indonesia — mulai berdatangan.
Berlayar ke selatan mengikuti angin pasat, mereka mendirikan tempat di pantai selama berbulan-bulan untuk memanen teripang dalam skala industri.
Tampaknya mereka disambut dengan hati-hati oleh suku Aborigin setempat yang mengakui adanya kesepakatan yang saling menguntungkan.
"Kami memberi izin kepada masyarakat Makassar untuk mendapatkan mutiara dan teripang, dan sebagai imbalannya, mereka berdagang kain, beras, pisau, dan kail," jelas Sylvia.
Sylvia Tkac sedang menonton ABC News ketika ia melihat sesuatu yang mengejutkan. Apakah itu?
- Warga Indonesia Rayakan Idulfitri di Perth, Ada Pawai Takbiran
- Daya Beli Melemah, Jumlah Pemudik Menurun
- Dunia Hari Ini: Mobil Tesla Jadi Target Pengerusakan di Mana-Mana
- Kabar Australia: Pihak Oposisi Ingin Mengurangi Jumlah Migrasi
- Dunia Hari Ini: Unjuk Rasa di Turki Berlanjut, Jurnalis BBC Dideportasi
- Dunia Hari Ini: Kebakaran Hutan di Korea Selatan, 24 Nyawa Melayang