Ikhtiar Rektor PTS Ciptakan Lingkungan Kampus Zero Kekerasan Seksual

Kejahatah itu juga mengancam kesehatan mental dan emosional serta mempengaruhi kepercayaan dalam komunitas akademik.
"Kampus yang bebas dari pelecehan seksual sangat penting untuk menumbuhkan rasa aman dan memungkinkan semua orang untuk fokus pada kegiatan akademik dan profesional mereka tanpa rasa takut atau cemas," tambahnya.
Pada acara tersebut Prof. Dr. Toni Toharudian, S. Si., M. Sc., Kepala LLDikti III secara resmi merilis situs website ADIA.
Dalam rekaman video, Toni mengharapkan website itu bisa memberi edukasi dan kampanye mengenai anti kekerasan seksual di lingkungan kampus.
“Website ADIA ini dilengkapi fitur early alarm sebagai langkah awal masyarakat untuk melakukan pelaporan atau pengaduan terhadap terjadinya kekerasan seksual di lingkungan akademis atau kampus,” kata Toni.
Ketua Tim Kerja ADIA LLDikti Wilayah III Taufan Setyo Pranggono, S.Kom., M.Si., menegaskan bahwa kehadiran website ADIA merupakan berinovasi terus menerus.
"Laman website ini diharapkan dapat membantu Satgas PPKS dalam memperbarui informasi serta menambah ide konten tentang PPKS Pendidikan Tinggi," ungkapnya. (esy/jpnn)
Rektor PTS di LLDIKTI III berupaya menciptakan lingkungan kampus zero kekerasan seksual.
Redaktur : Djainab Natalia Saroh
Reporter : Mesyia Muhammad
- Oknum Guru Sontoloyo Ini Ajak Siswi ke Ruang OSIS, Terjadilah
- Kasus AKBP Fajar Cabuli Bocah, Mahasiswi Bernama Stefani Jadi Tersangka
- Geram Terhadap Kelakuan eks Kapolres Ngada, Ketum PITI Bicara Pembinaan Mental Polisi
- Ini Peran Polisi Australia dalam Menguak Kasus Kekerasan Seksual Eks Kapolres Ngada
- AKBP Fajar Cabuli 3 Anak di Bawah Umur, Ada Korban Lain?
- Analisis Reza soal Kejahatan AKBP Fajar Pemangsa Anak-Anak